Pasukan Israel dalam operasi di Lebanon Selatan. (Anadolu Agency)
Israel Tegaskan Tak Akan Tarik Pasukan dari Lebanon Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Willy Haryono • 14 June 2026 16:00
Tel Aviv: Israel menyatakan tidak akan menarik pasukannya dari zona keamanan yang dibentuk di Lebanon selatan, terlepas dari kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dalam waktu dekat.
Mengutip sumber keamanan Israel, lembaga penyiaran publik KAN pada Sabtu melaporkan bahwa militer Israel tetap berkomitmen mempertahankan kehadirannya di wilayah yang mereka sebut sebagai "zona keamanan" di Lebanon selatan.
Sumber tersebut mengatakan militer sedang mempersiapkan kemungkinan instruksi untuk menghentikan operasi darat seiring berkembangnya proses diplomatik antara Washington dan Teheran.
"Militer Israel tidak akan mundur dari zona keamanan di Lebanon selatan," kata sumber tersebut, seperti dikutip dari Yeni Safak, Minggu, 14 Juni 2026.
Serangan Akan Difokuskan di Lebanon Selatan
Meski mempertahankan posisinya, Israel disebut tengah mempertimbangkan penyesuaian operasi militer guna menghindari gangguan terhadap proses diplomatik yang sedang berlangsung.Menurut laporan KAN, Tel Aviv berencana mengurangi serangan ke wilayah Lebanon yang lebih dalam karena khawatir dapat memengaruhi peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.
Sumber keamanan menyebut operasi militer akan tetap berlanjut, namun dengan fokus yang lebih besar di wilayah selatan Lebanon.
Sejak awal Maret, militer Israel dilaporkan telah bergerak lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon dan membentuk zona penyangga sebagai bagian dari ofensif yang sedang berlangsung.
Ketegangan Berlanjut di Tengah Upaya Diplomatik
Pejabat Lebanon menyebut ofensif Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 3.700 orang dan melukai sekitar 11.600 lainnya. Konflik tersebut juga menyebabkan lebih dari 1,5 juta orang mengungsi.Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan dengan Iran dijadwalkan ditandatangani pada Minggu.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang negaranya berperan sebagai mediator dalam perundingan tersebut, juga mengatakan kesepakatan dapat difinalisasi dalam waktu 24 jam.
Namun, Iran menyatakan nota kesepahaman tidak akan ditandatangani pada Minggu, meskipun kemungkinan penandatanganan dalam beberapa hari ke depan tetap terbuka.
Kawasan Timur Tengah masih berada dalam kondisi tegang sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari. Serangan tersebut memicu aksi balasan dari Iran terhadap Israel dan sejumlah negara di kawasan yang menjadi lokasi aset militer AS, serta berdampak pada keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Baca juga: Serangan Udara dan Drone Israel Hantam Lebanon Selatan, 16 Orang Tewas