Malang Edu Fest Jadi Wadah Kolaborasi Bangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan

Malang Edu Fest 2026. Istimewa.

Malang Edu Fest Jadi Wadah Kolaborasi Bangun Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan

Arga Sumantri • 29 May 2026 16:51

Malang: Malang Edu Fest 2026 rampung digelar dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Forum ini diharapkan jadi wadah kolaborasi yang efektif dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Kegiatan diinisiasi grakan pendidikan nasional Global Youth and Peace Education Movement (GYPEM). Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapreasiasi komitmen GYPEM dalam menyediakan ruang kompetisi yang adaptif dan inklusif di era digital demi menyongsong visi besar nasional.

"Event ini harus menjadi wadah yang efektif untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045," ujar Wahyu Hidayat dalam keterangan yang dikutip Jumat, 29 Mei 2026.

Founder GYPEM Ahmad Qomaruddin menyatakan bahwa lonjakan kepesertaan yang luar biasa sejak babak penyisihan pada 9 Mei 2026 menjadi bukti nyata tingginya gairah pendidikan di Tanah Air. Ia mengatakan pembaruan besar-besaran pada platform digital GYPEM saat ini membawa misi besar berskala global.

"Menyelenggarakan event akbar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional adalah tanggung jawab moral kami. Bisa mengumpulkan antusiasme sebesar ini hanya dalam waktu publikasi poster selama 2 minggu sejak rilis adalah sebuah keajaiban," ujar Komaruddin.

CEO PT Digital Edu Indonesia itu menegaskan lompatan teknologi dan penyegaran identitas ini merupakan langkah awal yang krusial sebelum GYPEM menembus pasar internasional.

Ia membeberkan basis pengguna GYPEM telah melampaui 250 ribu user aktif. Pihaknya akan terus meningkatkan kualitas platform agar ekosistem digital ini menjadi ruang belajar yang dinamis dan tidak membosankan. 

Menurut dia, seluruh rangkaian acara Malang Edu Fest serta implementasi sistem digital baru ini merupakan tahap uji coba awal. Ini adalah langkah persiapan sebelum GYPEM secara resmi menggebrak panggung dunia melalui gelaran Olimpiade Internasional yang akan kami adakan dalam waktu dekat.

"Kami ingin memastikan infrastruktur teknologi kami benar-benar tangguh untuk membawa talenta-talenta terbaik Indonesia bersaing langsung di kancah global," tegas Qomaruddin.

Sinergi yang solid antar-mitra juga menjadi pilar penting keberhasilan acara ini. CEO PT Riset Juara Abadi, Muhammad Ilham Akbar menyampaikan pandangannya mengenai nilai penting dari kolaborasi strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

"Melalui kolaborasi ini, kami berupaya mengintegrasikan standar riset dan kompetisi ilmiah yang kuat, agar dapat melahirkan pemikiran-pemikiran inovatif dari generasi muda. Sinergi ini adalah bentuk komitmen bersama kami untuk kemajuan literasi nasional," ungkap Ilham Akbar.

Rangkaian Malang Edu Fest 2026 resmi ditutup setelah melewati fase babak final yang ketat sepanjang 23-24 Mei 2026 di ITN Malang. Acara diakhiri dengan penganugerahan medali kepada para pemenang Hardiknas Olympiad Batch 4 dan Lomba Essay Naturaco Batch 2, sekaligus menegaskan posisi GYPEM di bawah kepemimpinan Ahmad Qomaruddin sebagai pionir gerakan kompetisi berbasis teknologi terdepan yang siap menembus batas internasional.

(Arga Sumantri)