Menhan Ingatkan Prajurit TNI di Papua Jaga Sikap dan Hubungan Baik dengan Masyarakat

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Foto: Metrotvnews.com/Enrich Samuel

Menhan Ingatkan Prajurit TNI di Papua Jaga Sikap dan Hubungan Baik dengan Masyarakat

Rahmatul Fajri • 25 May 2026 19:57

Jakarta: Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya bagi setiap personel untuk menjaga sikap, menahan diri, serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat menyakiti hati warga di wilayah penugasan. Dia mengingatkan bahwa seluruh operasional militer dibiayai oleh negara melalui uang rakyat.

“Seluruh perlengkapan dan fasilitas yang digunakan prajurit berasal dari rakyat, sehingga setiap prajurit harus senantiasa menjaga hubungan baik dengan masyarakat,” ujar Sjafrie dalam keterangan tertulis, dikutip dari Media Indonesia, Senin, 25 Mei 2026.
 


Adapun hal itu disampaikan Sjafrie saat memberikan pengarahan langsung kepada prajurit Yonif TP 861/Maleo Kamur di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Sabtu, 23 Mei 2026. Dia meminta seluruh prajurit TNI yang bertugas di tanah Papua untuk terus menjaga sinergisitas dan hubungan baik dengan masyarakat setempat.

Menurutnya, TNI merupakan tentara rakyat yang lahir dari rakyat, mengabdi kepada rakyat, dan kelak akan kembali ke tengah-tengah masyarakat. Oleh sebab itu, keberadaan prajurit di daerah operasi harus membawa dampak positif dan menjadi solusi bagi kesulitan yang dihadapi warga sekitar.

Sjafrie menjelaskan, kunjungan kerjanya ke salah satu titik terluar Indonesia ini sengaja dilakukan untuk melihat langsung kondisi riil prajurit sekaligus menginjeksikan motivasi moral.

“Kehadiran saya bertujuan untuk memberikan semangat sekaligus apresiasi kepada para prajurit muda yang bertugas di daerah operasi,” jelasnya.


Ilustrasi TNI. Foto: dok. Medcom. 

Meskipun Yonif TP 861 merupakan satuan pembinaan yang fokus pada tempat prajurit berlatih dan membentuk kemampuan dasar militer, Sjafrie menegaskan tidak ada alasan bagi personel untuk menurunkan kesiapsiagaan di lapangan.

“Namun seluruh personel tetap harus memiliki kesiapan penuh sebagai prajurit yang bertugas di wilayah operasi,” tegas Sjafrie.

Mengingat letak geografis penugasan yang berada di ujung timur Indonesia, prajurit Yonif TP 861/Maleo Kamur dituntut selalu siap siaga menghadapi dinamika tantangan tugas yang kompleks. Sjafrie menginstruksikan para komandan satuan untuk terus memelihara kekompakan, mengasah kemampuan bela diri taktis, serta memperkuat rasa persaudaraan internal tanpa memandang ego kesukuan maupun daerah asal.

(Gabriella Thesa Widiari)