44 Pendulang Emas Selamat dari Serangan KKB Dievakuasi

Pasukan Koops Habema dipersiapkan untuk memburu anggota OPM yang menewaskan delapan warga sipil di Yahukimo, Papua, Rabu (20/5/2026). ANTARA/Ho-Pen Koops Habema

44 Pendulang Emas Selamat dari Serangan KKB Dievakuasi

Metro TV • 25 May 2026 16:30

Jayapura: Menyusul peristiwa tewasnya sepuluh orang penambang emas, aparat gabungan dari TNI-Polri berhasil mengamankan 44 orang pendulang emas lainnya yang selamat dari serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di lokasi tambang tanpa izin yang berada di wilayah Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengungkapkan sebanyak 44 orang berhasil menyelamatkan diri dan saat ini telah berada di bawah perlindungan aparat. Rombongan pendulang tersebut tiba di Distrik Kouh, Kabupaten Boven Digoel, pada Minggu, 24 Mei 2026, setelah mengungsi dari Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Proses penyelamatan dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama berhasil mengevakuasi 33 orang pendulang, sementara tahap kedua membawa 11 orang lainnya yang selamat dari lokasi tragedi," kata Cahyo di Jayapura, Senin, 25 mei 2026.
 


Setibanya di Distrik Kouh, seluruh pendulang langsung disambut dan dijemput oleh aparat kepolisian, termasuk Kapolsek dan Kapolres Boven Digoel. Mereka selanjutnya ditampung sementara di ruang aula Mapolres Boven Digoel.

Di sisi lain, sejumlah pendulang dilaporkan mengalami masalah kesehatan sehingga segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Boven Digoel untuk mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian memastikan bahwa situasi keamanan di wilayah Boven Digoel masih dalam keadaan kondusif. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk tidak beraktivitas di daerah-daerah rawan yang letaknya jauh dari jangkauan aparat keamanan.


Barang bukti yang mengindikasikan aktivitas kelompok bersenjata di Kampung Kembru. Dokumentasi Puspen TNI

(Whisnu M)