Gunung Karangetang Muntahkan Lava Pijar Disertai Gemuruh

Gunung Karangetang di Sitaro, Sulawesi Utara, Rabu, 1 April 2026. ANTARA/HO-Badan Geologi

Gunung Karangetang Muntahkan Lava Pijar Disertai Gemuruh

Silvana Febiari • 1 April 2026 10:54

Kepulauan Sitaro: Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara menunjukkan adanya luncuran lava pijar disertai bunyi gemuruh pada Rabu pagi, 1 April 2026. Informasi ini dilaporkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan bahwa pengamatan visual menunjukkan adanya asap putih dengan intensitas tipis hingga tebal di area puncak kawah.

"Visual pagi ini tampak asap putih tebal di puncak kanan, sementara di puncak kiri terlihat asap putih tipis hingga tebal yang disertai dengan terdengarnya bunyi gemuruh berskala sedang," kata dia, dilansir dari Antara. 
 


Lana menjelaskan bahwa luncuran lava sesekali terpantau keluar dari puncak kiri (kawah dua). Lava tersebut kemudian menabrak dinding pembatas antara kawah kiri dan kanan, atau kawah utama.

Fenomena tersebut ditandai dengan munculnya kepulan asap putih yang memanjang di area tubuh gunung. Hal ini terjadi sebagai dampak dari guguran material lava yang menyentuh lereng gunung.


Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, hingga tengah Februari 2026. ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang


Meski terjadi luncuran lava, pihak Badan Geologi melaporkan bahwa ujung aliran lava belum menunjukkan aktivitas signifikan secara visual. Jarak ujung aliran tersebut sekitar 1.200 meter dari puncak.

Badan Geologi terus melakukan pemantauan intensif terhadap fluktuasi kegempaan dan aktivitas permukaan. Tujuannya guna mengantisipasi potensi ancaman bahaya bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lereng Gunung Karangetang.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi rekomendasi radius aman yang telah ditetapkan. Masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas di area pemukiman yang masuk dalam zona rawan aliran lava dan awan panas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)