Percakapan dengan Idris Sihite Tersebar, Johanis Tanak Dilaporkan ke Dewas KPK

kpk

Percakapan dengan Idris Sihite Tersebar, Johanis Tanak Dilaporkan ke Dewas KPK

19 April 2023 00:51

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johanis Tanak, dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK. Laporan itu soal tersebarnya percakapan Johanis dengan Kepala Biro Hukum Direktorat Jenderal (Ditjen) Minerba Kementerian ESDM Idris Sihite di Twitter.

Kepala Divisi Hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) Lalola Easter mengatakan, percakapan itu sarat akan konflik kepentingan. Johanis seharusnya menghindari pembahasan itu karena saat ia maju sebagai calon pimpinan KPK.

"Itu sudah melewati proses fit and proper test yang mana yang bersangkutan itu (Johanis) sudah disepakati atau sudah disetujui oleh DPR RI dinyatakan lolos fit and proper test," kata Lalola di Kantor Dewas KPK, Jakarta Selatan, Selasa (18/4/2023). 

Dalam percapakan yang beredar, Johanis sempat menghubungi Idris pada Maret 2023. Padahal, saat itu, ia sudah menjabat sebagai pimpinan KPK. Percakapan itu dinilai tidak pantas dilakukan komisioner KPK. Apalagi, kata Lalola, Idris pernah dipanggil KPK sebagai saksi kasus korupsi penyaluran tunjangan kinerja (tukin) di Kementerian ESDM.

"Sehingga itulah kenapa kemudian ICW memilih untuk mengambil sikap melaporkan yang bersangkutan," ucap Lalola.

Klarifikasi Johanis

Johanes Tanak mengaku percakapan melalui aplikasi WhatsApp itu terjadi pada Oktober 2022 sebelum menjabat sebagai wakil ketua KPK.

"Kemudian chatting saya dengan beliau terjadi pada Oktober 2022 sebelum saya bertugas sini dan menjelang memasuki usia pensiun," kata Johanis pada 13 April 2022.

Ia mengatakan, Idris Sihite sahabat lamanya yang pernah bekerja satu kantor di Kejaksaan Agung. Percakapan itu merupakan curahan hati Johanis yang ingin mencari usaha baru saat pensiun agar pemasukan tetap terjamin.

Tanak juga menyebut selama dirinya berdiskusi dengan Sihite tidak pernah terbesit melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum. Ia mengeklaim diskusi itu hanya untuk tukar pikiran. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Christine Sheptiany)
kpk