Yaman Desak PBB Segera Akhiri Pengepungan Houthi di Kota Taiz

Kelompok Pemberontak Houthi yang melawan pasukan Yaman. Foto: EPA

Yaman Desak PBB Segera Akhiri Pengepungan Houthi di Kota Taiz

Muhammad Reyhansyah • 15 October 2026 16:37

Sanaa: Pemerintah Yaman mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan (DK) PBB segera mengambil langkah untuk mengakhiri pengepungan kelompok Houthi terhadap Kota Taiz di barat daya Yaman. 

Pemerintah memperingatkan eskalasi konflik tersebut dapat memicu bencana kemanusiaan yang berdampak pada lebih dari empat juta orang.

Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Yaman Afrah al-Zouba menyampaikan desakan itu melalui surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB, Presiden Dewan Keamanan PBB, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC), serta Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan.

Menurut kantor berita resmi Yaman, Saba, Rabu, 14 Oktober 2026, surat tersebut menyoroti "memburuknya kondisi kemanusiaan secara serius di Provinsi Taiz akibat eskalasi oleh milisi Houthi yang disebut teroris".

Al-Zouba memperingatkan bahwa peningkatan serangan dan pengetatan pengepungan terhadap Taiz serta desa-desa di sekitarnya mengancam lebih dari empat juta orang. Mereka mencakup warga yang terjebak di dalam kota serta pengungsi dari distrik terdampak, seperti al-Shamayatayn, al-Mawasit, dan Jabal Habashi.

“Al-Zouba meminta komunitas internasional memberikan tekanan langsung agar pengepungan segera diakhiri dan seluruh jalur akses ke Taiz dibuka bagi warga sipil serta distribusi pasokan,” demikian isi surat tersebut, dikutip dari Anadolu.

“Ia juga mendesak agar akses terhadap pangan, bahan bakar, dan air minum dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa hambatan,” lanjut surat tersebut.

Selain itu, Al-Zouba meminta penguatan mekanisme pemantauan, dokumentasi, dan pertanggungjawaban untuk mengamankan bukti dugaan pelanggaran, menindak pihak yang bertanggung jawab, serta mencegah impunitas.

Ia menyerukan sikap internasional yang tegas terhadap tindakan yang merampas kebutuhan dasar warga sipil atau menggunakan kebutuhan kemanusiaan mereka sebagai alat tekanan untuk memaksakan keadaan tertentu.

Pemerintah Yaman Peringatkan Ancaman

Al-Zouba menegaskan pemerintah Yaman siap bekerja sama dengan PBB, badan-badan khususnya, organisasi kemanusiaan dan hak asasi manusia, serta mitra regional dan internasional.

Pemerintah, kata dia, akan menyediakan informasi yang relevan dan memfasilitasi upaya bantuan kemanusiaan untuk mengurangi penderitaan warga, melindungi penduduk sipil, dan memastikan bantuan mencapai mereka yang membutuhkan.

Situasi di Taiz, menurut Al-Zouba, "menimbulkan ancaman langsung terhadap nyawa, martabat, dan hak-hak dasar warga sipil, sehingga membutuhkan respons internasional segera yang melampaui sekadar pernyataan keprihatinan".

Ia mendesak langkah konkret untuk mengakhiri pengepungan, memulihkan pasokan kebutuhan pokok, melindungi fasilitas sipil, dan mencegah memburuknya krisis kemanusiaan.

Tuduhan Pengepungan Sejak 2015

Kelompok hak asasi manusia dan organisasi kemanusiaan Yaman menyatakan Houthi telah menutup sebagian besar jalan menuju wilayah provinsi yang dikuasai pemerintah.

Mereka menuduh kelompok tersebut mengepung Taiz sejak konflik Yaman pecah pada 2015 serta menghalangi konvoi bantuan menjangkau warga dan orang-orang yang terdampak perang. Houthi membantah tuduhan tersebut.

Pada Rabu, Perdana Menteri Yaman Shaya al-Zindani juga menyebut serangan Houthi terhadap warga sipil dan pengepungan Taiz sebagai "kejahatan perang yang tidak tunduk pada batas waktu kedaluwarsa".

Ia menegaskan pihak-pihak yang bertanggung jawab tidak akan terhindar dari hukuman dan pertanggungjawaban.

(Fajar Nugraha)