Saham Teknologi Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Melemah

Ilustrasi. Foto: Businesspost.ng

Saham Teknologi Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Melemah

Husen Miftahudin • 31 October 2026 11:04

Frankfurt: Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat. Tekanan terjadi setelah laporan kinerja sejumlah perusahaan teknologi global memicu kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan mendorong peralihan dana ke aset yang lebih aman.

Mengutip Investing.com, Sabtu, 31 Oktober 2026, indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 0,4 persen. Meski demikian, indeks tersebut masih berpeluang mencatatkan kinerja bulanan terbaik sejak Juni 2026 dengan kenaikan lebih dari 2 persen sepanjang Oktober.

Di pasar saham utama Eropa, indeks DAX Jerman melemah 0,9 persen. Sementara itu, CAC 40 Prancis bergerak stabil dan FTSE 100 Inggris menguat 0,1 persen.

Pelemahan bursa Eropa mengikuti tekanan di pasar saham teknologi global yang sebelumnya dipicu laporan keuangan Alphabet, kemudian semakin meluas setelah Amazon dan Intel mengumumkan kinerja serta proyeksi keuangan terbaru.
 

 

Saham teknologi tertekan


Tekanan terhadap saham teknologi meningkat setelah sejumlah perusahaan raksasa AS melaporkan kinerja keuangan yang mengecewakan atau memberikan proyeksi di bawah ekspektasi pasar.

Alphabet mencatatkan pendapatan lebih rendah dari perkiraan analis serta arus kas bebas negatif. Sementara itu, Amazon melaporkan arus kas bebas negatif sebesar USD42,4 miliar dalam 12 bulan terakhir.

Amazon juga mencatatkan belanja modal sebesar USD77,3 miliar pada kuartal III, lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Intel memperkirakan pendapatan kuartal IV berada di bawah ekspektasi analis seiring perlambatan penjualan komputer pribadi (PC).

Sentimen negatif tersebut turut menjalar ke perusahaan teknologi Eropa. Saham ASML, ASM International, dan BE Semiconductor masing-masing terkoreksi lebih dari 5 persen. Sementara itu, saham Infineon melemah lebih dari 4 persen.

Tekanan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap besarnya kebutuhan investasi infrastruktur AI dan dampaknya terhadap kondisi keuangan perusahaan teknologi.

Perusahaan penyedia teknologi berskala besar atau hyperscalers semakin mengandalkan pembiayaan utang untuk membangun pusat data. Di sisi lain, kenaikan harga perangkat turut menekan permintaan konsumen terhadap produk seperti PC dan telepon pintar.


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Belanja infrastruktur AI jadi perhatian pasar


Meningkatnya kebutuhan pembiayaan infrastruktur AI juga mulai menjadi perhatian pembuat kebijakan di Eropa.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde pada Kamis menyampaikan kenaikan biaya pinjaman jangka panjang di berbagai negara, salah satunya dipengaruhi peningkatan penerbitan obligasi jangka panjang oleh perusahaan penyedia layanan komputasi awan berskala besar.

Selain itu, Barclays dilaporkan tengah mencari perlindungan terhadap risiko gagal bayar atas utang infrastruktur AI senilai lebih dari USD10 miliar.

Meski menghadapi tekanan saham teknologi, struktur sektoral bursa Eropa memberikan dukungan terhadap kinerja indeks STOXX 600. Bobot sektor energi, pertahanan, dan perbankan yang lebih besar, serta porsi perusahaan teknologi berkapitalisasi besar yang lebih kecil, membantu indeks tersebut tetap mencatatkan kenaikan sepanjang Oktober.

Dari sisi kebijakan moneter, ECB memutuskan mempertahankan suku bunga fasilitas simpanan di level 2,50 persen pada pertemuan Kamis. Keputusan tersebut dinilai sejumlah ekonom sebagai jeda kebijakan yang masih mengarah pada kemungkinan pengetatan moneter.

Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar dua pertiga. ECB juga menyatakan memiliki instrumen untuk merespons kondisi pasar yang mengalami gejolak.

Pergerakan bursa Eropa sepanjang Oktober diwarnai berbagai tekanan dari pasar global. Kekhawatiran terhadap belanja AI yang dibiayai utang sempat mendorong indeks STOXX 600 menyentuh level terendah 625,5 pada 8 Oktober.

Sehari sebelumnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mencapai puncak di sekitar 5,36 persen. Pada periode yang sama, gejolak politik di Prancis mendorong imbal hasil obligasi negara tersebut menembus 5 persen.

Kenaikan harga minyak yang mencapai level tertinggi dalam lima bulan juga menambah tekanan terhadap pasar dan memicu penurunan mingguan paling tajam sejak awal September. Meski demikian, proyeksi pertumbuhan laba perusahaan dan kontribusi sejumlah sektor nonteknologi membantu menopang kinerja indeks saham Eropa sepanjang Oktober.

(Husen Miftahudin)