Harga Emas Dunia Tertekan, Bagaimana Peluang di Pekan Depan?

Ilustrasi. Foto: dok ICDX.

Harga Emas Dunia Tertekan, Bagaimana Peluang di Pekan Depan?

Ade Hapsari Lestarini • 23 October 2026 12:09

Jakarta: Harga emas dunia atau XAUUSD berpeluang mengalami koreksi kenaikan pada pekan depan, setelah sebelumnya mengalami penurunan dan menguji area support psikologis USD4.000. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe daily menunjukkan potensi pemulihan jangka pendek dengan sasaran resistance di USD4.066-USD4.108.

Meski demikian, arah pergerakan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), pergerakan dolar AS, serta perkembangan risiko geopolitik global.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menyoroti level USD4.000 sebagai area penting setelah harga emas menguji zona harmonic support tersebut. Pengujian support ini membuka peluang bagi XAUUSD untuk membentuk koreksi kenaikan pada timeframe yang lebih kecil.

"Dalam skenario teknikal Dupoin Futures, resistance USD4.066 menjadi area pertama yang perlu diperhatikan, sebelum harga berpotensi melanjutkan pemulihan menuju USD4.108," ujar dia, dalam analisisnya, Jumat, 23 Oktober 2026.

Potensi kenaikan tersebut tetap perlu dikonfirmasi melalui respons harga setelah menyentuh support. Apabila minat beli meningkat, emas berpeluang bergerak menuju rentang resistance yang telah diidentifikasi dalam analisis Dupoin Futures.

Namun, jika tekanan jual kembali mendominasi dan harga gagal mempertahankan area USD4.000, skenario pemulihan perlu dievaluasi karena risiko pelemahan lanjutan masih terbuka.


Ilustrasi. Foto: Magnific.
 

 

Harga emas bergerak volatil


Sementara dari sisi fundamental, harga emas diperkirakan bergerak volatil menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 27-28 Oktober. Mengacu pada rangkuman Reuters, kekhawatiran terhadap inflasi masih menjadi perhatian pasar, terutama karena tekanan harga berpotensi membuat suku bunga Amerika Serikat bertahan pada level tinggi lebih lama.

"Kondisi tersebut dapat menopang dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury, yang berpotensi membatasi penguatan emas," jelas dia.

Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga daya tariknya dapat berkurang ketika yield obligasi meningkat. Apabila pernyataan The Fed memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, dolar AS dan yield Treasury berpotensi kembali menguat. Dalam kondisi tersebut, XAUUSD dapat menghadapi tekanan meskipun secara teknikal masih memiliki peluang untuk mengalami koreksi kenaikan.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian pasar keuangan berpotensi meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven. Ketika investor mencari perlindungan dari risiko global, emas dapat memperoleh dukungan beli yang membantu menahan tekanan penurunan. Oleh karena itu, perkembangan geopolitik tetap menjadi faktor yang dapat mengubah arah pergerakan harga di luar pengaruh kebijakan moneter.

Dupoin Futures menilai pekan depan menjadi periode penting bagi pergerakan emas karena terdapat pertemuan antara peluang pemulihan teknikal dan ketidakpastian fundamental.

Area USD4.066-USD4.108 menjadi rentang resistance yang perlu dicermati apabila koreksi kenaikan berlanjut, sedangkan USD4.000 menjadi level support penting yang telah diuji. Respons dolar AS, yield Treasury, dan pernyataan The Fed akan membantu menentukan apakah pemulihan emas dapat berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual.

Dengan demikian, prediksi harga emas pekan depan menurut analisis Dupoin Futures masih membuka peluang kenaikan korektif, tetapi belum menghilangkan risiko pelemahan. Perubahan sentimen suku bunga dan permintaan safe haven dapat memengaruhi realisasi skenario tersebut. Analisis ini merupakan gambaran potensi pergerakan pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

(Ade Hapsari Lestarini)