Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendah dalam Tiga Bulan

Ilustrasi. Foto: dok ICDX.

Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendah dalam Tiga Bulan

Ade Hapsari Lestarini • 23 October 2026 08:10

New York: Harga emas dunia merosot ke level terendah dalam tiga bulan pada perdagangan Kamis waktu setempat. Pelemahan ini seiring dengan lonjakan harga acuan minyak global yang memicu kekhawatiran akan guncangan inflasi akibat energi.

Sentimen penghindaran risiko (risk-off) di Wall Street juga mendorong para pedagang untuk meninggalkan aset seperti emas dan dolar, lalu beralih ke instrumen yang lebih aman, yakni obligasi pemerintah AS (US Treasuries).

Melansir Investing, Jumat, 23 Oktober 2026, logam mulia ini mengalami penurunan sepanjang minggu ini meskipun nilai dolar AS melemah. Tingginya harga minyak terus menekan sentimen pasar. Harga emas spot turun 2,8 persen menjadi USD4.024,55 per ons, level terendah sejak 20 Juli. Sementara harga emas berjangka turun 0,5 persen menjadi USD4.039,90 per ons.

"Emas kembali menembus ke bawah level dukungan (support) menengah di kisaran USD4.100. Ini adalah ketiga kalinya kejadian serupa terjadi bulan ini. Sebelumnya, penurunan tersebut hanya berlangsung singkat dan diikuti oleh aksi beli. Pihak yang mengharapkan kenaikan harga (bulls) tentu berharap sejarah akan terulang kembali. Namun, harapan bukanlah sebuah strategi. Perlu diingat, aksi jual emas dan perak minggu ini terjadi justru di saat nilai dolar AS mengalami penurunan yang signifikan," ujar analis pasar senior di Trade Nation, David Morrison.

"Jika melihat grafik emas dan perak, hal yang mencolok adalah indikator MACD harian untuk keduanya belum mencapai level jenuh jual (oversold), level yang biasanya menjadi titik awal bagi reli harga yang tajam dan berkelanjutan," tambah dia.


Ilustrasi. Foto: Magnific.
 

 

Sentimen penghindaran risiko mendominasi


Dengan minimnya agenda ekonomi AS minggu ini serta kebijakan blackout period (periode jeda komunikasi) yang diterapkan oleh The Fed, katalis bagi pergerakan harga emas terbatas pada dinamika harga minyak, pasar obligasi, dan kondisi di Wall Street.

Jumat menjadi sesi yang mencerminkan sentimen penghindaran risiko secara klasik; investor melepas saham-saham sektor teknologi dan layanan komunikasi yang berorientasi pada pertumbuhan tinggi, lalu beralih ke sektor-sektor defensif serta obligasi pemerintah AS yang dianggap lebih aman.

Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terkait besarnya jumlah utang yang diterbitkan oleh berbagai perusahaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Meta Platforms, salah satu perusahaan hyperscaler AI terkemuka, dalam laporan kuartalan terbarunya mengindikasikan sedikit kenaikan pada prakiraan belanja modal, sekaligus mengumumkan pembentukan kelas saham baru tanpa hak suara untuk menggalang modal bagi ambisi AI-nya.

"Harga emas turun USD116 hari ini, ditutup tepat di atas level dukungan USD4.000. Para pedagang tampaknya bersiap menghadapi kehancuran sektor teknologi dan pembubaran posisi investasi berbasis utang (leverage) di sektor AI. Mungkin mereka benar dalam mengantisipasi hal tersebut, namun keliru jika menganggap harga emas juga akan ikut jatuh. Emas sudah mengalami koreksi. Kejatuhan pasar saham justru akan menjadi sentimen bullish bagi emas," tambah kepala ekonom dan ahli strategi global di Euro Pacific Asset Management, Peter Schiff.

Perhatian kini tertuju pada laporan kuartalan dari perusahaan hyperscaler AI lainnya pekan depan, serta keputusan suku bunga The Fed Oktober. Federal Open Market Committee (FOMC) diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga, dan perhatian akan tertuju pada konferensi pers yang dipimpin oleh Kevin Warsh.

(Ade Hapsari Lestarini)