Prediksi Harga Emas Hari Ini: Turun ke USD4.040

Ilustrasi emas. Foto: Pixabay

Prediksi Harga Emas Hari Ini: Turun ke USD4.040

Eko Nordiansyah • 22 October 2026 11:57

Jakarta: Harga emas dunia atau XAUUSD masih berpotensi mengalami tekanan pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada time frame Daily masih tertahan di zona resistance USD4.156–USD4.200.

Terbentuknya pola teknikal Drop Base Drop turut mengindikasikan dominasi tekanan bearish, sehingga harga berpeluang melanjutkan pelemahan menuju zona support USD4.073–USD4.040.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai, zona resistance tersebut menjadi area penting yang perlu diperhatikan dalam membaca arah pergerakan emas. Selama harga belum mampu menembus area USD4.156–USD4.200, potensi kenaikan diperkirakan masih terbatas.

"Pola Drop Base Drop yang terbentuk juga mencerminkan risiko berlanjutnya tren penurunan setelah fase konsolidasi harga," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 Oktober 2026.

Dari perspektif teknikal Dupoin Futures, area support USD4.073 menjadi level pertama yang perlu dicermati apabila tekanan jual kembali meningkat. Jika harga menembus zona tersebut, XAUUSD berpotensi melanjutkan pelemahan menuju USD4.040.

"Sebaliknya, apabila harga mampu bergerak menembus resistance USD4.200, prospek bearish perlu dievaluasi kembali karena kondisi teknikal dapat mengalami perubahan," ungkap dia.


(Ilustrasi. Foto: Unplash)

Tekanan inflasi

Selain faktor teknikal, perkembangan inflasi Amerika Serikat dan arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) turut memengaruhi prospek harga emas. Mengacu pada rangkuman Reuters, kenaikan harga minyak berpotensi mempertahankan tekanan inflasi.

"Kondisi tersebut dapat membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter dan membuat investor lebih berhati-hati dalam memperkirakan arah suku bunga AS," kata dia.

Pasar juga mencermati keputusan suku bunga The Fed pada 27–28 Oktober serta rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada pekan berikutnya. Kedua agenda tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter dan pergerakan dolar AS.

"Bagi emas, perubahan ekspektasi suku bunga menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi daya tarik logam mulia dibandingkan aset berbunga," jelas Geraldo.

Tekanan emas meningkat

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury yang sempat terjadi sebelumnya memberikan ruang bagi pemulihan harga emas. Namun, menurut gambaran fundamental dalam rangkuman Reuters, pemulihan tersebut masih berpotensi terbatas apabila ketidakpastian kebijakan suku bunga tetap tinggi.

"Jika dolar AS dan yield Treasury kembali menguat, tekanan terhadap XAUUSD dapat meningkat sejalan dengan kecenderungan bearish pada grafik harian," ujar dia.

Dupoin Futures menilai arah harga emas selanjutnya akan bergantung pada interaksi antara kondisi teknikal dan perkembangan ekonomi AS. Resistance USD4.156–USD4.200 menjadi area kunci yang perlu ditembus untuk mengurangi tekanan bearish, sementara support USD4.073–USD4.040 menjadi sasaran penurunan yang perlu diperhatikan.

"Investor juga perlu memantau perkembangan harga minyak, data inflasi PCE, serta keputusan The Fed untuk menilai perubahan sentimen pasar," kata Geraldo.

Dengan demikian, skenario utama dalam analisis Dupoin Futures masih mengarah pada potensi pelemahan selama harga emas tertahan di bawah zona resistance. Meski demikian, perubahan dolar AS, yield Treasury, dan ekspektasi suku bunga dapat memicu pergerakan yang berbeda dari proyeksi awal.

"Analisis ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga atau rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan," ungkap dia.

(Eko Nordiansyah)