Kebakaran Gunung Sumbing, BNPB: Petugas Melanjutkan Pemadaman

Karhutla di kawasan Gunung Sumbing, Wonosobo, Jawa Tengah. (Foto: BPBD Provinsi Jawa Tengah)

Kebakaran Gunung Sumbing, BNPB: Petugas Melanjutkan Pemadaman

Lukman Diah Sari • 22 October 2026 15:51

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, masih dilakukan. Hingga Rabu, 21 Oktober 2026. sejumlah area kebakaran dilaporkan sudah padam, yaitu di jalur pendakian lama dan baru Petak 21, 22, dan 29. 

"Petugas gabungan dijadwalkan masih melanjutkan pemantauan dan pemadaman pada Rabu, 21 Oktober 2026," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan resmi, Kamis, 22 Oktober 2026.


Tim gabungan masih disiagakan di kawasan Gunung Sumbing dan berupaya memadamkan api di lahan tersebut, Rabu (22/10). Sumber foto: BPBD Provinsi Jawa Tengah

Sebelumnya, kebakaran di Gunung Sumbing dilaporkan meluas hingga 300 hektare. Tim gabungan telah berupaya memadamkan api selama tiga hari, tetapi medan yang berat menyulitkan petugas menjangkau titik api.

"Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 300 hektare, kami terus berusaha melokalisir api agar tidak semakin meluas," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo Sumeko Hendro Kustanto, Rabu, 21 Oktober 2026. 


Ratusan petugas gabungan berupaya menembus asap tebal untuk menjangkau titik api, sementara angin kencang membuat kebakaran semakin meluas. Medan terjal, keterbatasan sumber air, dan sulitnya akses memaksa petugas memadamkan api secara manual menggunakan ranting pohon.

Baca Juga :

 


Angin kencang mempercepat perambatan api ke area lain, sementara keterbatasan akses menyulitkan petugas menjangkau titik kebakaran. Tim gabungan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari metode pemadaman yang lebih efektif.

Menyikapi sejumlah bencana karhutla yang terjadi di beberapa wilayah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagan terhadap potensi bahaya yang meluas. Di samping itu, kolaborasi berbagai pihak menjadi factor penting dalam upaya pencegah, dan mitigasi karhutla di wilayah. 

Masyarakat di daerah terpapar asap karhutla untuk dapat menggunakan masker terutama saat beraktivitas di luar ruang. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan, membakar sampah di area yang berpotensi mengalami kebakaran, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. 

Selain itu, masyarakat dapat segera menghubungi BNPB melalui pusat telepon 117 atau BPBD masing-masing daerah apabila melihat adanya titik api, potensi kebakaran, atau kejadian kedaruratan lainnya di lingkungan sekitar.  

(Lukman Diah Sari)