Wakil Wali Kota Surabaya Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Ledakan di Ruko Pakuwon City

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat diwawancarai dalam tayangan Breaking News Metro TV.

Wakil Wali Kota Surabaya Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Ledakan di Ruko Pakuwon City

Fachri Audhia Hafiez • 6 October 2026 10:34

Surabaya: Ledakan melanda kawasan pertokoan San Antonio Ruko Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya Timur, Jawa Timur, pada Selasa, 6 Oktober 2026, sekitar pukul 07.00 WIB. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

"Insya Allah dipastikan tidak ada korban jiwa. Ya cuma luka-luka yang seperti apa yang terlihat pada saat mereka dievakuasi di rumah sakit," ujar Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat diwawancarai dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa, 6 Oktober 2026.
 


Peristiwa ledakan tersebut berdampak cukup parah pada bangunan di sekitar lokasi. Petugas kepolisian telah memasang garis polisi untuk mengamankan area dan mengantisipasi potensi bahaya susulan.

"Police line dari ledakan ada sekitar 4-5 ruko yang mengalami kerusakan. Nah, itu sebelah-sebelahnya sudah di-police line semua," ujar Armuji.

Berdasarkan hasil himpunan informasi sementara di lapangan, daya ledak yang merusak sejumlah bangunan restoran dan kafe di kawasan itu diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas.

"Informasi yang kita himpun itu LPG yang 5 kg itu lho. Yang 5 kg yang agak besar itu. Jadi itu yang penyebab kejadian sehingga ledakan bisa begitu agak lumayan besar," kata Armuji.


Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat diwawancarai dalam tayangan Breaking News Metro TV.

Saat ini aparat gabungan masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti pemicu timbulnya ledakan. Pemkot Surabaya mengimbau warga maupun pengunjung untuk menjauhi titik lokasi kejadian demi keamanan dan kelancaran proses investigasi.

"Kita berharap masyarakat yang mau menuju ke lokasi tersebut, karena itu memang kawasan pertokoan, ada restoran, kafe, maupun perkantoran juga, jangan melewati jalan yang sudah di-police line. Jadi mengambil jalan arah yang berlawanan supaya tidak mendekat. Karena ini masih dalam penyelidikan aparat gabungan," jelas Armuji.

(Fachri Audhia Hafiez)