Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid. Foto: Anadolu
Tokoh Oposisi Yair Lapid Sebut Netanyahu Rusak Dukungan Bipartisan AS terhadap Israel
Muhammad Reyhansyah • 5 November 2026 20:10
Tel Aviv: Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid menilai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menjadi sosok yang semakin ditolak oleh anggota parlemen Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya mendukung Israel.
Ia menyoroti meningkatnya dukungan di Senat AS terhadap pembatasan pengiriman senjata ke negara tersebut.
Dalam unggahan di platform media sosial X, Rabu, 4 November 2026, Lapid mengatakan Israel mulai kehilangan dukungan dari anggota parlemen yang masih memandang negara itu sebagai mitra strategis, tetapi menentang Netanyahu dan kebijakan pemerintahannya.
Lapid memperkirakan sekitar 25 dari total 435 anggota DPR AS secara tegas menentang Israel. Sementara itu, jumlah anggota Senat yang memiliki pandangan serupa disebut kurang dari 10 persen.
Namun, menurutnya, persoalan yang lebih besar adalah semakin banyak senator di luar kelompok tersebut yang bersedia mendukung pembatasan pengiriman senjata ke Israel.
Lapid menyebut jumlah senator yang mendukung pembatasan tersebut meningkat dari 11 orang dua tahun sebelumnya menjadi 27 orang setahun sebelumnya. Pada April lalu, jumlahnya kembali bertambah menjadi 40 senator.
“Mereka menentang kekerasan para pemukim, mereka menentang pemerintahan yang tidak mereka pahami, dan terutama, mereka menentang Netanyahu. Bagi mereka, segala sesuatu yang berkaitan dengannya menjadi racun,” tulis Lapid, dikutip dari Anadolu, Kamis, 5 November 2026.
Lapid menilai Netanyahu telah menyimpang dari pendekatan lama Israel dalam menjaga hubungan dengan kedua partai politik utama AS, yakni Demokrat dan Republik.
Ia merujuk pada keputusan Netanyahu menyampaikan pidato di hadapan Kongres AS pada 2015 untuk menentang kebijakan Presiden AS saat itu, Barack Obama, terkait Iran.
Menurut Lapid, langkah tersebut telah merusak hubungan bipartisan yang selama ini menjadi bagian penting dari pendekatan diplomatik Israel terhadap Washington.
Ia mendesak pemerintahan Israel berikutnya untuk bertemu dengan anggota parlemen dari kedua partai dalam kunjungan pertamanya ke Washington.
Pernyataan Lapid muncul setelah Partai Demokrat memenangkan mayoritas di DPR dan Senat AS dalam pemilu sela pada Selasa, 3 November 2026. Hasil tersebut mengakhiri kendali Partai Republik atas Kongres dan memberikan Demokrat pengaruh lebih besar dalam pembahasan undang-undang serta pengawasan terhadap pemerintahan.