Geram Dituduh Terlibat Penyadapan Presiden, Bahlil: Saya akan Proses Hukum

Ketum Partai Golkar Bahilil Lahadalia dalam pelantikan pengurus DPD Golkar Maluku. Foto: Metro TV.

Geram Dituduh Terlibat Penyadapan Presiden, Bahlil: Saya akan Proses Hukum

Anggi Tondi Martaon • 7 November 2026 23:05

Jakarta: Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengaku geram dikait-kaitkan dengan kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Dia mengancam bakal memproses hukum tudingan tersebut.

"Saya memberikan kepada tadi itu, senior saya juga yang merasa paling pintar bicara, sering pakai kacamata orangnya di podcast, kalau memang itu diduga saya ya buktikan. Kalau tidak saya akan somasi, kalau tidak saya akan proses secara hukum," kata Bahlil dikutip dari Metro TV, Sabtu, 7 November 2026.

Hal itu disampaikan Bahlil saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Golkar Maluku. Bahlil bercerita, awalnya dia tidak terlalu menaruh perhatian terhadap isu keterlibatan ketum partai politik (parpol) dalam kasus penyadapan tersebut.
 


"Awalnya saya tidak terlalu ngeh, kok ini menuduhnya ke saya, ini apa maksudnya," ungkap Bahlil.

Bahlil pun meminta pihak yang menyampaikan tudingan tersebut untuk mengklarifikasi pernyataannya. Sebab, hal itu dinilai sebagai fitnah.

"Ini berbahaya, menurut saya tuduhan ini sama dengan penyadapan," sebut Bahlil.


Ketum Partai Golkar Bahilil Lahadalia dalam pelantikan pengurus DPD Golkar Maluku. Foto: Metro TV.

Selain itu, Bahlil menyampaikan sikap Golkar terhadap kasus yang melibatkan LSP tersebut. Partai berlogo pohon beringin itu mendukung pengusutan penyadapan ilegal tersebut.

"Kita mendukung penuh, diusut tuntas, dan dilakukan secara transparan," ujar Bahlil.

(Anggi Tondi)