Ilustrasi - Penculikan Anak. ANTARA/HO.
Kakak Adik Korban Penculikan dan Perampasan Emas di Kalideres
Fachri Audhia Hafiez • 30 September 2026 21:38
Jakarta: Dua anak perempuan yang merupakan kakak dan adik berinisial ZI, 10, dan CI, 8, diduga menjadi korban penculikan dan perampasan barang berharga di kawasan Menceng, Kalideres, Jakarta Barat. Peristiwa ini diduga terjadi pada Rabu sore, 30 September 2026.
"Kejadiannya pas mereka mau berangkat les, sekitar 100 sampai 200 meter dari rumah mereka di Pelopor, Menceng," kata paman kedua korban, Melki, saat dihubungi di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 30 September 2026.
Peristiwa ini mulai disadari oleh orang tua korban saat sepeda yang biasa digunakan kedua anak tersebut ditemukan terparkir di depan rumah tanpa keberadaan ZI dan CI.
"Biasanya kan naik sepeda berdua. Enggak tahunya, sepedanya itu ditaruh di depan rumah. Anaknya sudah enggak ada saat dicek. Sepertinya diambil sama orang itu (pelaku) di depan rumah," ujar Melki.
Keluarga yang panik sempat mencari kedua bocah tersebut ke tempat les hingga ke rumah saudara tempat biasa mereka belajar, namun hasilnya nihil. Informasi pencarian kemudian disebarkan melalui grup percakapan RT setempat.
Upaya pencarian membuahkan hasil setelah warga memberikan informasi bahwa kedua bocah tersebut ditemukan di kawasan Jalan Gombol Paya, arah Bandara Soekarno-Hatta, sekitar pukul 17.00 hingga 17.30 WIB di dua lokasi berbeda.
"Jadi RT saling berkoordinasi mencari. Ketemunya itu dari informasi di grup RT dan di Instagram," katanya.
Di balik kembalinya kedua bocah tersebut, terdapat dugaan tindakan kriminal. Kalung emas seberat lima gram yang dikenakan kedua korban hilang diduga dirampas oleh pelaku yang merupakan seorang wanita.
"Kalungnya itu dijambret dulu, dilepas dulu sama ibu-ibu itu. Beratnya sekitar lima gram," ungkap Melki.

Ilustrasi. Foto: Freepik.com.
Ia menambahkan, wanita yang diduga menculik keponakannya bukan sosok yang dikenal keluarga. Pelaku melancarkan aksinya dengan modus mengklaim mengenal orang tua korban.
"Pelakunya itu ngakunya kenal sama kakak saya, makanya si anak itu mau aja diajak," tuturnya.
Meski kedua anak telah kembali ke rumah, Melki menyebut korban masih mengalami trauma atas kejadian tersebut. Pihak keluarga berencana membawa kasus ini ke jalur hukum.
"Sudah ada, sudah ada rencana mau melapor ke polisi," kata Melki.