BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem di Jateng Selatan Selama Peralihan Musim

Peta prakiraan awal musim hujan tahun 2026/2027 di wilayah Jawa Tengah. ANTARA/HO-BMKG

BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem di Jateng Selatan Selama Peralihan Musim

Silvana Febiari • 1 October 2026 22:51

Cilacap: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Kondisi tersebut diprakirakan terjadi selama masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan pada pertengahan Oktober hingga November 2026.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan masa transisi tersebut berpotensi ditandai hujan lebat, disertai petir, dan angin kencang hingga puting beliung.

"Pada saat musim transisi atau peralihan, cuaca buruk berpotensi terjadi, seperti hujan lebat disertai petir, hujan lebat disertai angin kencang, serta adanya angin puting beliung yang bisa berdampak terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi," kata Tunggul, dilansir dari Antara, Kamis, 1 Oktober 2026. 


Ia mengatakan kondisi tersebut perlu diwaspadai. Sebab, tanah terutama di wilayah dataran tinggi sebelumnya cukup kering akibat musim kemarau.

"Kondisi tanah yang tadinya cukup kering akibat kemarau di dataran tinggi akan bisa berbahaya apabila terkena hujan dan bisa berakibat terjadinya tanah longsor," ungkapnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim hujan 2026 di wilayah Jateng bagian selatan umumnya terjadi pada dasarian II November hingga dasarian I Desember. Waktu tersebut diperkirakan lebih mundur dari kondisi normal.

Ia mencontohkan awal musim hujan 2026 di Kabupaten Cilacap diprakirakan mundur dua hingga lebih dari tiga dasarian. Kondisi tersebut berarti musim hujan diperkirakan datang sekitar 20-30 hari lebih lambat dari biasanya.


Cuaca ekstrem. Foto: Ilustrasi Metrotvnews


Berdasarkan prakiraan BMKG tersebut, sifat musim hujan di sebagian besar wilayah Cilacap diprakirakan normal. Sedangkan Cilacap bagian timur diprakirakan mengalami musim hujan dengan sifat di bawah normal.

“Puncak musim hujan di Kabupaten Cilacap diprakirakan terjadi pada Januari dan Februari 2027,” ucapnya.

Teguh memprakirakan wilayah Cilacap bagian timur, tenggara, dan pesisir tenggara mengalami puncak musim hujan pada Januari. Sedangkan wilayah bagian selatan, tengah, timur laut, dan barat laut pada Februari 2027.

Selain itu, durasi musim hujan diprakirakan berlangsung selama 12-17 dasarian. Lebih pendek tiga dasarian hingga lebih dari tiga dasarian dibandingkan kondisi normal.

“Kami mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan cuaca selama masa peralihan, terutama terhadap potensi hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung yang dapat memicu bencana hidrometeorologi,” ujar Teguh.

(Silvana Febiari)