10 Serangan Hantam Bandara Saudi dalam Sepekan, 20 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

Sebanyak 10 serangan menargetkan lima bandara Arab Saudi dalam sepekan. (Anadolu Agency)

10 Serangan Hantam Bandara Saudi dalam Sepekan, 20 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

Willy Haryono • 12 October 2026 12:43

Riyadh: Gelombang serangan terhadap sejumlah bandara di Arab Saudi selama sepekan terakhir telah menewaskan total 20 orang dan melukai ratusan lainnya, berdasarkan penghitungan kantor berita Anadolu Agency pada Senin, 12 Oktober 2026, yang diambil dari pernyataan resmi kerajaan.

Rentetan serangan itu mengganggu perjalanan udara, membuat sekolah-sekolah di Riyadh beralih ke pembelajaran daring, serta mendorong sejumlah pemerintah asing mengeluarkan peringatan keamanan.

Anadolu mencatat sebanyak 10 serangan telah menghantam lima bandara di Arab Saudi pada 5–11 Oktober. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi fasilitas yang paling banyak diserang dengan lima serangan.

Sementara itu, Bandara Internasional King Fahd di Dammam menjadi sasaran dua serangan. Tiga serangan lainnya menargetkan bandara di Abha, Jazan, dan Najran.

Serangan Terbaru di Riyadh dan Dammam

Korban tewas terbaru dilaporkan Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) pada Senin ini.

GACA mengatakan serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid pada hari Minggu kemarin telah menewaskan seorang warga Pakistan yang tinggal di Arab Saudi dan melukai 11 orang. Para korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Selain itu, GACA juga mengatakan bahwa serangan tersebut telah menyebabkan kerusakan material yang masih dalam proses penilaian.

Sebelumnya, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki, mengatakan sebuah proyektil yang belum diketahui jenisnya menghantam Terminal 4 dan menyebabkan kebakaran.

Koalisi juga mengatakan sistem pertahanan udara mereka mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah di dekat bandara.

Pada Minggu malam, GACA melaporkan serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd di Dammam. Penilaian kerusakan dan pemeriksaan keamanan masih dilakukan.

GACA tidak memberikan informasi mengenai korban ataupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.

Baca juga: Bandara King Khalid di Riyadh Kembali Diserang, Satu Orang Tewas

Serangan Sabtu Tewaskan 13 Orang

Serangkaian gempuran tersebut terjadi setelah serangan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid pada Sabtu lalu menewaskan 13 orang dan melukai 309 lainnya.

GACA sebelumnya melaporkan 12 korban tewas, terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Kedutaan Besar India di Riyadh kemudian mengumumkan pada Minggu bahwa seorang warga India yang terluka dalam serangan tersebut meninggal dunia, sehingga jumlah korban tewas menjadi 13 orang.

GACA mengatakan para korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit, dengan beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis. Bandara juga mengalami kerusakan material.

Koalisi pimpinan Arab Saudi menuduh kelompok Houthi Yaman berada di balik serangan tersebut dan menyatakan akan memberikan respons tegas.

Pada Minggu, Houthi kembali memperingatkan maskapai, penumpang, dan pekerja bandara agar tidak menggunakan bandara-bandara Arab Saudi, kecuali bandara di Mekah dan Madinah.

Operasional Bandara Riyadh Ditangguhkan

GACA untuk sementara menghentikan operasional Bandara Internasional King Khalid setelah serangan Sabtu untuk menilai kerusakan dan memeriksa fasilitas.

Otoritas mengatakan informasi lebih lanjut akan disampaikan melalui koordinasi dengan lembaga terkait. Pemeriksaan keamanan dan penilaian kerusakan berlanjut setelah serangan pada Minggu.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga meminta warga negaranya yang berada di luar negeri dan penerbangannya menuju Riyadh dibatalkan atau mengalami penundaan untuk menghubungi perwakilan diplomatik Saudi guna mendapatkan bantuan.

Etihad Airways membatalkan sejumlah penerbangan antara Abu Dhabi dan Riyadh, Dammam, serta Jeddah pada 11–13 Oktober akibat gangguan di kawasan.

Dalam jadwalnya, maskapai tersebut mencatat lima penerbangan dibatalkan pada Minggu, 10 penerbangan pada Senin, dan tujuh penerbangan pada Selasa yang berdampak pada ketiga tujuan di Arab Saudi.

Etihad memperingatkan kemungkinan perubahan lebih lanjut dan meminta penumpang memeriksa status penerbangan mereka. Maskapai juga mengatakan tengah membantu para penumpang yang terdampak.

SriLankan Airlines menangguhkan seluruh penerbangan menuju Riyadh hingga 18 Oktober dengan alasan masalah keamanan dan proses penilaian keselamatan yang masih berlangsung.

Maskapai tersebut mengatakan penerbangan akan kembali beroperasi setelah kondisi dinilai sesuai untuk penerbangan komersial.

Imbauan Perjalanan

Sekolah-sekolah di Riyadh juga beralih ke pembelajaran jarak jauh selama sepekan mulai Minggu kemarin, menurut laporan Gulf News yang mengutip email kepada para orang tua.

Keputusan tersebut disebut berdasarkan instruksi Kementerian Pendidikan Arab Saudi. “Semua sekolah di Riyadh akan beralih ke pembelajaran jarak jauh sepanjang pekan,” demikian isi email tersebut.

Peralihan ke pembelajaran daring menjadi yang kedua kalinya di ibu kota Arab Saudi dalam waktu kurang dari satu bulan.

Sejumlah pemerintah mengeluarkan atau memperbarui imbauan keamanan bagi warga mereka yang bepergian atau berada di Arab Saudi karena risiko serangan lanjutan dan gangguan perjalanan.

Inggris meminta warganya menghindari Bandara Internasional King Khalid hingga dinyatakan aman. Pemerintah Inggris juga memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan, pembatalan penerbangan, dan penutupan wilayah udara.

Australia turut menyarankan warganya menghindari perjalanan ke Bandara Riyadh dan mempertimbangkan kembali perjalanan ke Arab Saudi. Warga juga diminta mengonfirmasi kembali penerbangan dan meminimalkan waktu berada di bandara.

Prancis menyerukan kewaspadaan lebih tinggi dan menyarankan warganya menghindari perjalanan yang tidak penting ke Riyadh. Warga Prancis juga diminta mengikuti instruksi keselamatan setempat dan memeriksa status penerbangan sebelum menuju bandara di Riyadh atau Jeddah.

Amerika Serikat meminta warganya mempertimbangkan kembali perjalanan ke Arab Saudi serta mengikuti langkah pencegahan serupa dengan yang diberlakukan bagi pegawai pemerintah AS, yang memerlukan izin khusus untuk menggunakan Bandara Riyadh.

Sementara itu, Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) menyarankan maskapai menghindari bagian tertentu wilayah udara Arab Saudi dan meningkatkan kewaspadaan di wilayah lainnya dalam wilayah informasi penerbangan Jeddah.

EASA memperingatkan adanya risiko terhadap pesawat akibat serangan, intersepsi, salah identifikasi, dan jatuhnya puing-puing.

Serangkaian serangan tersebut terjadi di tengah eskalasi yang lebih luas di Yaman. Eskalasi dimulai pada Juli setelah periode relatif tenang menyusul gencatan senjata yang dimediasi PBB dan berlaku sejak April 2022.

Pertempuran kembali meningkat pada September ketika Houthi merebut posisi strategis di Yaman bagian barat, termasuk wilayah di dekat Selat Bab el-Mandeb, yang kemudian mendorong operasi militer oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.

(Willy Haryono)