Bandara King Khalid di Riyadh Kembali Diserang, Satu Orang Tewas

Asap hitam dari serangan terhadap Bandara di Riyadh, Arab Saudi. Foto: Anadolu

Bandara King Khalid di Riyadh Kembali Diserang, Satu Orang Tewas

Fajar Nugraha • 12 October 2026 08:36

Riyadh: Sebanyak satu orang tewas dan 11 lainnya terluka dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Senin 12 Oktober 2026 dini hari waktu setempat.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) mengonfirmasi bahwa korban tewas merupakan warga Pakistan dan mereka yang terluka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan materiil yang saat ini masih dalam tahap penilaian,” ungkap pihak otoritas, seperti dikutip dari Anadolu.

Sebelumnya, koalisi pimpinan Saudi di Yaman menyatakan bahwa sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 bandara tersebut pada Minggu sore, yang memicu kebakaran.

Serangan Sabtu

Sebelumnya, serangan serupa juga terjadi di Bandara Internasional King Khalid pada Sabtu, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya.

Dalam pernyataan pada Minggu dini hari, 11 Oktober 2026, GACA mengatakan serangan yang terjadi pada Sabtu malam itu menewaskan empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, satu warga Amerika Serikat, satu warga Mesir, satu warga Yordania, satu warga Suriah, satu warga Palestina, dan satu warga Sudan.

Mengutip dari Al Jazeera, GACA mengatakan sejumlah korban luka berada dalam kondisi kritis dan mereka semua sedang mendapat perawatan di rumah sakit. Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan properti yang masih dalam proses pendataan.

Operasional bandara sempat dihentikan sementara setelah serangan. GACA sebelumnya mengatakan pihak berwenang tengah menilai kerusakan dan memastikan jumlah korban luka.

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi Houthi di Yaman menuding kelompok tersebut sebagai pelaku serangan terhadap terminal penumpang Bandara King Khalid. Koalisi menyebut serangan itu sebagai "kejahatan perang sepenuhnya."

Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengatakan pihaknya akan "merespons secara tegas serangan teroris ini sesuai dengan Hukum Humaniter Internasional Kebiasaan."

(Fajar Nugraha)