Dua pelajar meninggal dunia usai alami kecelakaan lalu lintas di wilayah Alam Sutera, Tangerang Selatan (Tangsel).
Hindari Rombongan Bersenjata Tajam, Dua Pelajar Tewas Kecelakaan di Tangerang
Hendrik Simorangkir • 10 October 2026 10:20
Tangerang: Dua pelajar berinisial A, 14, dan W, 15, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan (Tangsel). Kecelakaan tersebut diduga terjadi saat keduanya berusaha menghindari rombongan pelajar lain yang membawa senjata tajam.
Kapolsek Serpong Kompol Suhardono menegaskan, peristiwa tersebut bukan tawuran antarkelompok pelajar. Berdasarkan penyelidikan awal dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan luka bacok maupun luka tusuk pada tubuh kedua korban.
"Ini murni kecelakaan. Diduga kecelakaan itu terjadi karena korban berusaha menghindari rombongan pelajar lain yang membawa senjata tajam," ujar Suhardono, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Suhardono menjelaskan, kecelakaan itu terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, kedua korban bersama sejumlah temannya hendak bermain futsal di kawasan Alam Sutera.
Dalam perjalanan, mereka diduga berpapasan dengan rombongan pelajar lain yang membawa senjata tajam dan tongkat golf. Situasi tersebut diduga membuat para korban panik dan berusaha menjauh dari rombongan tersebut.
"Melihat rombongan tersebut, kedua korban bersama teman-temannya yang merupakan pelajar asal Pinang, Kota Tangerang itu diduga panik dan berusaha menjauh. Kedua korban ini berboncengan tiga orang melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak trotoar. Satu orang lainnya selamat," jelas Suhardono.
Benturan dengan trotoar menyebabkan dua pelajar tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, seorang pelajar lain yang berada di kendaraan yang sama dilaporkan selamat.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kedua korban tidak mengalami luka yang mengindikasikan serangan senjata tajam. Luka yang ditemukan berupa memar di bagian wajah, terutama dahi, yang diduga timbul akibat benturan saat kecelakaan.
.jpg)
Ilustrasi penganiayaan (ANTARA/HO-IST)
"Tidak ditemukan luka sabetan tajam atau luka tusuk di kedua korban. Ditemukan luka memar di wajah, khususnya di dahi pada kedua korban, diduga akibat benturan," kata Suhardono.
Polisi masih menyelidiki keberadaan rombongan pelajar yang diduga membawa senjata tajam dan tongkat golf. Penyelidikan dilakukan untuk mengidentifikasi anggota kelompok tersebut serta mendalami keterlibatan mereka dalam rangkaian peristiwa sebelum kecelakaan terjadi.