Ilustrasi BBM di Pertamina. Foto: dok MI/Panca Syurkani.
Pertamina Bakal Kerja Keras Jaga Kualitas BBM
Naufal Zuhdi • 21 September 2025 10:11
Jakarta: Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri memastikan Pertamina akan bekerja keras menjaga kualitas bahan bakar minyak (BBM) dan tata kelola perusahaan demi bisa mengembalikan kepercayaan konsumen.
"Pertamina tentunya harus kerja keras. Kita juga terus-menerus melakukan perbaikan di dalam tata kelola, dan kita secara rutin melakukan sosialisasi, yang sudah kami lakukan ini," ungkap Simon, dikutip Minggu, 21 September 2025.
Ia menjelaskan, perbaikan kualitas BBM dilakukan dimulai dari peningkatan kapasitas kilang minyak. Langkah tersebut diyakini akan meningkatkan kualitas bahan bakar yang secara bersamaan juga dapat meningkatkan produksi.
"Upgrade kapasitas kilang. Supaya nanti ketika kapasitas kilang lebih bagus, hasil-hasil produksi kita akan lebih meningkat," terang Simon.
| Baca juga: SPBU Swasta Sepakat Beli BBM Murni dari Pertamina |

(Ilustrasi. Foto: dok Istimewa)
Pastikan kualitas base fuel
Di sisi lain, Pertamina juga memastikan kulitas base fuel (produk BBM yang belum dicampur aditif dan pewarna) yang akan diimpor untuk didistribusikan kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta.
"Pasti, pasti (dipastikan kualitasnya) dong. Karena base fuel nanti kan standarnya sesuai spesifikasi Ditjen Migas. Nah setelah itu, itu yang kita kirimkan ke semua, nanti akan diramu sesuai dengan resep dari masing-masing (SPBU swasta)," tegas Simon.
Lebih lanjut, Simon menyampaikan Pertamina akan mengimpor tambahan BBM untuk didistribusikan kepada SPBU swasta dari berbagai negara. Namun sayangnya, ia belum bisa memberikan besaran volume yang dibutuhkan karena menyesuaikan dengan kebutuhan badan usaha swasta.
"Dari mana saja (impornya). Tadi kan disampaikan oleh Pak Menteri juga, pokoknya kita usahakan dalam satu minggu ke depan ini sudah terpenuhi dan SPBU swasta sudah bisa berjalan dengan normal. Volumenya juga masih menunggu laporan dari masing-masing badan usaha swasta," papar Simon.