Vietnam sudah dilanda banjir imbas Topan Kalmaegi. Foto: VNA
Vietnam Siaga saat Topan Kalmaegi yang Mematikan Mulai Bergerak dari Filipina
Fajar Nugraha • 6 November 2025 19:17
Hanoi: Pemerintah Vietnam pada Kamis, 6 November 2025 mengevakuasi ratusan ribu warga dan memperingatkan ancaman banjir besar ketika Topan Kalmaegi, yang sebelumnya menimbulkan ratusan korban jiwa di Filipina, bergerak ke wilayah tengah negara itu.
Otoritas Provinsi Gia Lai menyatakan sekitar 350 ribu orang telah dievakuasi hingga tengah hari, sementara prakiraan cuaca memperingatkan hujan deras dan angin kencang yang dapat merusak lahan pertanian serta memutus jalur transportasi.
Delapan bandara, termasuk Bandara Internasional Da Nang, kemungkinan terdampak oleh cuaca ekstrem. Regulator penerbangan meminta maskapai dan otoritas lokal memantau pergerakan badai secara ketat untuk memastikan keselamatan penumpang.
Dikutip dari TRT World, Kamis, 6 November 2025, topan Kalmaegi sebelumnya menerjang wilayah tengah Filipina pada awal pekan, menewaskan sedikitnya 114 orang dan membuat 127 lainnya hilang, sebagian besar di provinsi Cebu. Sekitar dua juta penduduk terdampak dan lebih dari setengah juta warga mengungsi.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menetapkan status darurat nasional pada Kamis, guna mempercepat penyaluran dana bantuan dan mencegah penimbunan bahan pokok. “Tantangan terbesar sekarang adalah pembersihan puing dan pencarian korban hilang,” kata pejabat pertahanan sipil Raffy Alejandro kepada radio DZBB.
Setelah melintasi kepulauan Filipina dan mencapai Laut China Selatan pada Rabu, Kalmaegi kembali menguat dengan kecepatan angin berkelanjutan lebih dari 140 kilometer per jam. Badai ini diperkirakan menjadi salah satu yang paling merusak di kawasan Asia Tenggara tahun ini.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com