Sekdis Kota Tasikmalaya, Suryaningsih. Dokumentasi/ Media Indonesia
Kasus Penyakit ISPA di Tasikmalaya Mencapai 2.071 Orang
Media Indonesia • 3 September 2025 10:50
Tasikmalaya: Kasus Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami peningkatan cukup signifikan. Kejadian tersebut terjadi sejak bulan Januari hingga Agustus tercatat mencapai 2.071 pasien dan mereka mendapat perawatan di RSUD Dr Seokardjo, rumah sakit swasta hingga yang lain berangsur sehat.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdis) Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, mengatakan pengaruh cuaca tidak menentu sejak beberapa bulan terakhir menjadi penyebab jumlah pasien ISPA meningkat.
"Sejak Januari hingga Agustus memang adanya peningkatan kasus ISPA dan untuk perawatan pasien balita, anak dilakukan di ruang anak hingga ruangan lain. Karena, pasien mengalami gejala batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, sulit bernapas, sakit kepala, nyeri otot, lemas, suara serak, mual, diare dan nafsu makan menurun ditimbulkan dari udara tidak enak," kata Suryaningsih, Rabu, 3 September 2025.
| Baca: Jumlah Tes Kasus Malaria di Daerah Dinilai Perlu Ditingkatkan
|
"Setiap hari pasien yang masuk mendapat pengobatan ke Puskesmas mengeluhkan batuk, bersin, hidung meler, sakit kepala, suara serak, mual dan hidung tersumbat. Namun, pasien yang datang bisa langsung disembuhkan dan ada juga rawat jalan tapi dengan kejadian ini disebabkan pengaruh debu dan lainnya," jelas Suryaningsih.
Menurutnya kasus ISPA yang terjadi di Kota Tasikmalaya telah mengalami peningkatan dan sekarang ini sudah berada di peringkat ke 10 Jawa Barat dengan mencapai 2.071 jiwa disebabkan dari pengaruh cuaca tidak menentu. Namun faktor cuaca tersebut segala penyakit muncul di masyarakat dan mereka harus tetap menjaga pola hidup sehat dan bersih.
"Perubahan cuaca yang terjadi sekarang banyak warga termasuk balita, anak-anak terserang berbagai penyakit mulai batuk, flu, panas dingin, suara serak, asma kambuh, diare, Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Peningkatan penyakit yang terjadi paling banyak ISPA, kami meminta masyarakat selalu pakai masker ketika sedang keluar rumah mengingat udara panas, gersang dan berdebu," ujar Suryaningsih.