Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Udayana, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu, 13 Mei 2026. ANTARA/Nirkomala
PKL di Taman Angsa Udayana Mataram Segera Direlokasi
Silvana Febiari • 13 May 2026 15:56
Mataram: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), segera merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di samping kolam Taman Angsa Udayana. Bekas lokasi lapak nantinya dialihfungsikan menjadi lahan parkir.
"Rencananya, sekitar 8-12 pedagang akan kami pindahkan ke area utara dekat SMPN 6 Mataram dan bekas lapak kami konsep jadi lahan parkir," kata Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, dilansir dari Antara, Rabu, 13 Mei 2026.
Dalam konsepnya, bekas lapak tersebut nantinya ditata dengan paving block menjadi tempat parkir khusus kendaraan roda dua. Dengan demikian, para pengunjung Taman Angsa tidak lagi parkir di bahu jalan.
Baca Juga :
Nizar menambahkan, keberadaan lapak PKL di kawasan tersebut saat ini terkesan kumuh. Kondisi itu mengganggu kenyamanan pengunjung di kawasan tersebut.
"Karena itulah, penataan kawasan itu segera kami lakukan agar tidak ada lagi kendaraan yang parkir di bahu jalan yang memicu kemacetan lalu lintas, serta memberikan kenyamanan dan keamanan pengunjung," ungkap Nizar.
Menyinggung kebutuhan anggaran, pihaknya akan mengusulkan kebutuhan anggaran melalui APBD Perubahan 2026. Kebutuhan tersebut diprediksi di bawah Rp100 juta.
"Untuk kebutuhan anggaran, masih kami hitung agar sesuai dengan konsep yang ada," ucap Nizar.

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Udayana, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu, 13 Mei 2026. ANTARA/Nirkomala
Sementara untuk mendukung kawasan tersebut lebih tertata dan rapi, DLH saat ini sedang membuat taman di lokasi yang sama sepanjang sekitar 100 meter dengan anggaran Rp170 juta. Progres pengerjaan fisik telah mencapai sekitar 40 persen. Pihaknya menargetkan penataan taman itu dapat rampung sepenuhnya dalam waktu satu bulan ke depan.
"Kegiatan penataan taman diambil demi kepentingan masyarakat luas agar kawasan Udayana menjadi lebih asri dan tertib sebagai ikon ruang publik di Kota Mataram," ungkap Nizar.
Dalam konsepnya, tanaman disesuaikan dengan kondisi lingkungan Udayana yang cenderung teduh dan tidak terpapar panas matahari secara langsung. Jenis tanaman difokuskan pada tanaman hias daun atau tanaman yang tidak memerlukan sinar matahari terik untuk berbunga.
"Dengan anggaran itu, kami juga akan menambah fasilitas berupa pemasangan lampu hias di sepanjang jalan untuk mempercantik estetika kawasan pada malam hari," tambah Nizar.