DEN: Blok Ganal Butuh Teknologi Tinggi

Ilustrasi. Foto: Magnific

DEN: Blok Ganal Butuh Teknologi Tinggi

Achmad Zulfikar Fazli • 18 May 2026 20:56

Jakarta: Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Muhammad Kholid Syeirazi, menjelaskan soal Blok Ganal yang termasuk dalam Indonesia Deepwater Development (IDD). Kholid menyebut Blok Gana membutuhkan teknologi tinggi dan dana yang besar.

“Ini memang investasinya jumbo,” ujar Kholid dalam keterangannya, Senin, 18 Mei 2026.

Dia menyampaikan jika BUMD diberikan hak participating interest (PI), juga tidak akan mudah. Mengingat nilai investasinya yang besar.

Dalam participating interest, lanjut dia, BUMD bukan menjadi operator. BUMD hanya menerima manfaat dari kegiatan hulu migas dengan menyetor equity.

”Tetapi, itu pun dalam praktiknya juga susah,” ujar Kholid.

Kholid menambahkan memang terdapat aturan agar daerah yang mendapat participating interest (PI) 10 persen dengan dukungan atau ’digendong’ oleh kontraktor. Pada saatnya, bagian BUMD diberikan setelah pay off.

”Jadi nyicil, ditalangi dulu kemudian bagian BUMD dipotong. Sehingga biasanya tahun pertama sampai ke-6, sampai pay off baru dapat bagian. Jadi baru menikmati hasil setelah pay off,” jelas dia.

Namun, Kholid tidak menutup kemungkinan terhadap opsi lain, yaitu penawaran selanjutnya kepada BUMN yang notabene memiliki kemampuan finansial lebih tinggi.

”Ini menimbang tingkat risiko teknis dan modal kegiatan hulu migas lepas pantai,” kata dia.


llustrasi. Freepik

Baca Juga: 

Perusahaan Rusia Lanjutkan Penggarapan Blok Tuna Mulai Juni 2026

Sama seperti kemungkinan pemberian PI, menurut Kholid, peluang tersebut tetap ada. Dalam hal ini, tergantung ENI dan Sinopec sebagai operator, apakah akan melepaskan bagian interestnya (farm out) atau tidak.

”Jadi kalau misalnya ada share yang ingin dilepas, itu mungkin saja. Dan itu saya kira strategi terbaik. Jadi Pertamina sebagai BUMN tidak menanggung risiko eksplorasi,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meminta adanya bagian hak pengelolaan melalui skema participating interest (PI) atas temuan cadangan minyak dan gas raksasa di lepas pantai Blok Ganal. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, mengatakan pemerintah daerah akan mengajukan permohonan keterlibatan dalam pengelolaan cadangan migas tersebut, meskipun lokasi sumur berada di luar batas kewenangan daerah.

Cadangan migas raksasa tersebut ditemukan di Sumur Geliga dan Sumur Gula, yang berada di wilayah kerja Blok Ganal. Berdasarkan hasil eksplorasi, potensi cadangan yang ditemukan diperkirakan mencapai lebih dari tujuh triliun kaki kubik gas serta sekitar 375 juta barel minyak.

(Achmad Zulfikar Fazli)