Petugas Halte Bus Shalawat Siaga 24 Jam Dampingi Jemaah

Petugas bersiaga melayani jamaah haji di halte bus Shalawat di Makkah. ANTARA/HO-MCH 2026

Petugas Halte Bus Shalawat Siaga 24 Jam Dampingi Jemaah

Lukman Diah Sari • 15 May 2026 12:23

Makkah: Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan kelancaran ibadah jemaah calon haji Indonesia dengan menyiagakan petugas halte bus Shalawat yang beroperasi 24 jam penuh, untuk memfasilitasi mobilitas dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya. 

Mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir yang bertugas di Halte 3 Sektor 4 wilayah Syishah-Raudhah, Ahmad Hajri, menjelaskan kehadiran petugas sangat vital di lapangan. Pasalnya, banyak calon haji yang masih kebingungan dengan sistem transportasi meskipun bus sudah dilengkapi penanda nomor rute. 

"Banyak jamaah calon haji yang kesulitan berkomunikasi, bahkan sebatas untuk menghentikan busnya juga ragu. Oleh karena itu, kami hadir agar mereka bisa berangkat ke masjid tanpa kendala," kata Hajri di Makkah, Jumat, 15 Mei 2026, melansir Antara

Layanan Bus Selawat. Foto: MI/Akmal Fauzi.

Selain membantu kendala komunikasi dan membimbing jemaah calon haji saat naik-turun bus, petugas juga berperan dalam memastikan jemaah turun di halte yang tepat agar tidak tersasar ke sektor lain. Jarak antarkloter dan antarhalte yang cukup jauh menjadi tantangan tersendiri. Hajri mencontohkan kondisi di area tugasnya yang mencakup empat hotel dengan mayoritas jemaah calon haji asal Jawa Timur.

"Salah satu tugas utama kami adalah menghentikan bus yang datang dari masjid. Kalau jamaah telat turun, mereka bisa terbawa ke halte empat yang merupakan lokasi hotel jamaah asal Lombok. Itulah mengapa peran penjaga halte di sini sangat signifikan untuk melindungi jamaah," ujar pemuda asal Provinsi Jambi tersebut.

Bus-bus Shalawat telah dilengkapi stiker nomor berdasarkan rute layanan masing-masing. Secara keseluruhan, petugas telah mengatur 23 rute yang tersebar di 10 sektor pada lima wilayah utama di Makkah yaitu Syishah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah. 

Di setiap rute terdapat titik halte pemberhentian yang dijaga secara intensif oleh petugas transportasi. Mereka bekerja dalam sistem sift selama 12 jam untuk memastikan jamaah calon haji mendapatkan pendampingan penuh.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)