Layanan Bus Selawat. Foto: MI/Akmal Fauzi.
Layanan Bus Selawat Menuju Masjidil Haram Tutup Lebih Awal
Akmal Fauzi • 15 May 2026 08:41
Jakarta: Operasional terminal dan layanan bus selawat yang melayani rute calon jemaah haji (calhaj) menuju Masjidil Haram akan ditutup lebih awal pada Jumat, 15 Mei 2026. Penutupan yang dimulai pukul 08.00 Waktu Arab Saudi (WAS) tersebut dilakukan guna mengatur arus pergerakan jemaah sekaligus persiapan pelaksanaan salat Jumat di Masjidil Haram.
Sedianya, penutupan operasional bus selawat direncanakan mulai pukul 10.00 WAS. Berdasarkan pembaruan informasi terkini, otoritas terkait memajukan jadwal penutupan dua jam lebih awal.
“Perubahan terakhir, info penutupan terminal menjadi pukul 08.00 WAS,” ujar Kepala Pos (Kapos) Terminal Syib Amir, Iswan Brandes, dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 15 Mei 2026.
Iswan menjelaskan bahwa penghentian sementara arus jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram merupakan langkah untuk mengurai kepadatan. Hal itu penting demi memastikan pelayanan tetap optimal di tengah lonjakan volume jemaah menjelang prosesi salat Jumat.
Baca Juga :
Malam Syahdu di Masjidil Haram
Ia juga meminta para ketua kloter dan petugas sektor untuk proaktif mengoordinasikan pergerakan jemaah di hotel masing-masing. Langkah kolektif ini diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi transportasi dan keamanan jemaah.
“Kami mengharapkan kerja sama dan koordinasi dari semua pihak untuk memastikan kelancaran operasional dan berkontribusi dalam melayani jamaah haji dengan sebaik-baiknya,” tambah Iswan.
Antisipasi Cuaca Panas

Ilustrasi ibadah haji. Foto: Istimewa.
Kebijakan penutupan terminal setiap hari Jumat merupakan bagian dari manajemen rutin transportasi haji di Mekah. Mengingat kapasitas Masjidil Haram yang memiliki batas maksimal, pengaturan ini menjadi krusial untuk mencegah penumpukan massa yang berisiko pada keselamatan jemaah.
Selaras dengan hal tersebut, Kementerian Haji dan Umrah dalam keterangan tertulisnya mengimbau jemaah haji Indonesia agar melaksanakan salat Jumat di masjid-masjid terdekat dari lokasi hotel.
Selain untuk menghindari kepadatan yang ekstrem di area pusat ibadah, imbauan ini juga bertujuan untuk melindungi jemaah dari paparan cuaca panas yang menyengat di luar ruangan. Jemaah diharapkan dapat menjaga kondisi fisik agar tetap prima menjelang puncak ibadah haji nantinya.