Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata. Foto: Antara
Berantas Penyelundupan pada 2025, TNI AL Selamatkan Rp14 Triliun Uang Negara
M Sholahadhin Azhar • 12 May 2026 23:57
Jakarta: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menyelamatkan uang negara Rp14.751.350.764.090 selama 2025. Yakni, dengan menggagalkan penyelundupan barang ilegal di wilayah laut.
Barang-barang ilegal yang berhasil diselamatkan, di antaranya timah, batu bara, bibit lobster, sisik trenggiling. Kemudian, barang ilegal lainnya seperti ballpress dan kosmetik.
"Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid antara TNI Angkatan Laut dengan Bea Cukai, Polri, Bakamla RI, pemerintah daerah, instansi terkait lainnya serta masyarakat," kata Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, dikutip dari Antara, Selasa, 12 Mei 2026.
Hal itu diungkap Denih, saat jumpa pers di Markas Koarmada RI, Jakarta. Menurut Denih, mayoritas aksi penyelundupan terjadi di beberapa titik tertentu seperti Selat Malaka dan Laut China Selatan.
Titik tersebut pun menjadi salah satu lokasi yang dipantau dengan ketat oleh TNI AL dan seluruh jajaran keamanan laut. Namun demikian, Denih memastikan TNI AL juga tidak akan mengendurkan pengawasan di wilayah lain.
Ia melanjutkan hingga saat ini pengawasan ketat di wilayah laut untuk mengantisipasi adanya penyelundupan barang ilegal masih terus dilakukan TNI AL.
Hal itu terbukti dari keberhasilan TNI AL menggagalkan beberapa aksi penyelundupan dari Januari hingga Mei 2026.
"Secara keseluruhan pada periode Januari sampai dengan Mei 2026, TNI Angkatan Laut dalam hal ini Koarmada RI telah berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp112,9 miliar," ungkap Denih.
.jpg)
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata. Foto: Antara
Ia memastikan operasi patroli yang dilakukan pasukannya akan terus berlangsung demi memperkecil kerugian negara dari praktik penyelundupan ilegal. Dia juga mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dengan TNI AL dalam memberantas praktik tersebut.
Beberapa hal yang bisa dilakukan masyarakat, yakni mendukung kinerja TNI AL dan memberikan informasi kepada petugas soal adanya aksi penyelundupan ilegal.
"Mari kita terus perkuat sinergi dan komitmen bersama untuk menjaga keamanan laut, menegakkan hukum, dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Denih.