Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata. Foto: Antara
TNI AL Pelototi Jalur Rawan Penyelundupan di Selat Malaka dan LCS
M Sholahadhin Azhar • 12 May 2026 19:22
Jakarta: Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengatakan pihaknya memperkuat pengawasan di beberapa jalur laut. Jalur itu kerap jadi lokasi penyelundupan barang ilegal seperti di Selat Malaka dan Laut China Selatan.
Lokasi tersebut dinilai jadi jalur langganan para penyelundup. Karena, dianggap berdekatan dengan beberapa negara yang jadi sumber atau penadah barang selundupan.
"Selat-selat yang mungkin bisa kita waspadai misalnya itu di wilayah Selat Malaka, kemudian di Laut China Selatan, kemudian di negara-negara perbatasan, dan modusnya pun bisa bermacam-macam," kata Denih dikutip dari Antara, Selasa, 12 Mei 2026.
Hal itu diungkap dalam jumpa pers di Markas Koarmada RI, Jakarta. Menurut Denih, beragam modus operasi kerap ditemukan saat petugas melakukan penindakan di lokasi tersebut.
Beberapa modus tersebut diantaranya yakni masuk melalui jalur-jalur tikus pesisir hingga memberikan barang selundupan di tengah laut kepada pihak lain.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, TNI AL telah melakukan beragam upaya seperti memperkuat pusat komando dan pengendalian (Puskodal), pasukan serta alat utama sistem senjata (alutsista) di Kodaeral dan Lanal di daerah.
Hal tersebut menurut Denih harus dilakukan karena pasukan di daerah merupakan ujung tombak TNI AL dalam melakukan penindakan di wilayah terpencil hingga jalur laut besar seperti selat.
"Kita juga akan memperbanyak kapal-kapal patroli yang kecil yang memang lincah, dan penggunaan bahan bakarnya pun itu tidak terlalu besar," kata Denih.
Selain memperkuat alutsista dan pasukan di daerah, Denih juga akan memperkuat kolaborasi dengan seluruh instansi dan penegak hukum agar penindakan bisa dilakukan dengan maksimal.
.jpg)
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata. Foto: Antara
Yang tidak kalah penting, kata Denih, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan masyarakat dalam menindak segala bentuk aksi penyelundupan.
"Karena banyak juga masukan masyarakat, 'Oh di sini ditemukan apa' Nah, kita langsung tindak lanjuti," kata Denih.
Dengan adanya kolaborasi ini, Denih memastikan pengamanan wilayah laut di Indonesia akan semakin kuat.