Harga Minyak Melonjak 7% Imbas Konflik AS-Iran Memanas

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Minyak Melonjak 7% Imbas Konflik AS-Iran Memanas

Eko Nordiansyah • 20 April 2026 08:15

Houston: Harga minyak naik tajam pada perdagangan awal Asia pada Senin, 20 April 2026, setelah AS mengatakan telah menyita kapal kargo Iran. Sementara Teheran menutup Selat Hormuz setelah sempat membuka saluran tersebut pada akhir pekan.

Dikutip dari Investing.com, harga minyak Brent melonjak hingga tujuh persen menjadi USD97,50 per barel sebelum diperdagangkan pada USD95,71 per barel.

Presiden AS Donald Trump mengatakan militer telah menembaki kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menerobos blokade AS, dan telah menyita kapal tersebut.

Iran mengecam tindakan tersebut dan bersumpah akan membalas, menurut laporan media pemerintah. Ini terjadi setelah Teheran membuka kembali Selat Hormuz pada akhir pekan, hanya untuk menutupnya kembali dalam waktu kurang dari 24 jam. Harga minyak anjlok lebih dari Sembilan persen pada hari Jumat setelah Iran awalnya mengumumkan pembukaan kembali.

Teheran kemudian menembaki beberapa kapal yang mencoba menyeberangi selat tersebut pada akhir pekan.

Perkembangan ini menunjukkan memburuknya ketegangan antara AS dan Iran, dan menimbulkan pertanyaan tentang apakah pembicaraan damai lebih lanjut masih mungkin dilakukan sebelum gencatan senjata dua minggu berakhir pada 21 April.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Negosiasi AS-Iran berlanjut

Trump mengatakan utusan AS akan tiba di Islamabad pada Senin malam untuk pembicaraan lebih lanjut, sementara media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah menolak pembicaraan damai lebih lanjut.

Perang AS-Israel terhadap Iran memasuki minggu kedelapan berturut-turut, dengan perkembangan akhir pekan yang memberikan sedikit ruang untuk de-eskalasi segera. Gangguan yang terus-menerus dalam aliran minyak melalui Selat Hormuz diperkirakan akan terus menekan harga minyak mentah dalam beberapa hari mendatang.

Selat tersebut memasok sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Harga minyak telah melonjak hingga hampir USD120 per barel dengan dimulainya perang, tetapi sebagian besar kenaikannya terkikis dalam dua minggu terakhir setelah Trump menggembar-gemborkan pembicaraan damai dengan Teheran. 

Namun, negosiasi yang diadakan akhir pekan lalu menghasilkan sedikit kemajuan, dan sekarang tampaknya tidak jelas apakah Washington dan Teheran akan bertemu untuk dialog lebih lanjut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)