Kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat, ACeh. Foto: Istimewa
BPBA Minta Modifikasi Cuaca di Aceh Barat untuk Padamkan Karhutla
Fajri Fatmawati • 21 January 2026 14:06
Aceh Barat: Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengajukan permohonan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau teknologi hujan buatan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Permohonan ini untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Kabupaten Aceh Barat.
Permohonan resmi tersebut disampaikan melalui surat bertanggal 19 Januari 2026, sebagai tindak lanjut laporan BPBD Aceh Barat. Karhutla terjadi di Gampong Suak Raya dan Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, dengan estimasi luas terdampak mencapai sekitar 10 hektare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, menjelaskan karakteristik kebakaran didominasi api bawah permukaan (ground fire) pada lahan gambut, sehingga sulit dipadamkan hanya dengan upaya darat.
“Api berada di kedalaman gambut dan berpotensi terus menyala jika tidak dilakukan pembasahan secara menyeluruh,” ujar Fadmi seperti dilansir Antara, Rabu, 21 Januari 2026.
Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD Aceh Barat, TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV, dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) masih melakukan pemadaman intensif. Dari total luasan, sekitar 2,5 hektare telah berhasil ditangani.
Namun, kondisi udara di sekitar lokasi mulai terdampak kabut asap tebal yang berpotensi mengancam wilayah perkotaan, khususnya Kota Meulaboh. “Asap mulai mengarah ke kawasan permukiman dan menjadi perhatian serius, terutama pada malam hari,” ungkap Fadmi.

Sejumlah kendala masih dihadapi, antara lain keterbatasan sumber air, jarak lokasi yang jauh dari akses transportasi, serta cuaca kering yang sudah berlangsung lama. Bersamaan dengan permohonan OMC, BPBD Aceh Barat juga mengajukan kebutuhan mendesak berupa peralatan pemadaman dan masker pelindung bagi petugas serta masyarakat terdampak.
“Melalui dukungan Operasi Modifikasi Cuaca, kami berharap dapat mempercepat pembasahan lahan gambut secara masif untuk menurunkan intensitas asap dan mencegah munculnya titik api baru,” pungkas Fadmi.