Update Pencarian ATR 42-500, Tim SAR Fokus Penyisiran di 9 Sektor

Tim SAR Gabungan saat menemukan korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin, 19 Januari 2026.

Update Pencarian ATR 42-500, Tim SAR Fokus Penyisiran di 9 Sektor

Media Indonesia • 20 January 2026 12:53

Makassar: Operasi pencarian dan evakuasi (SAR) korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, memasuki hari keempat pada Selasa, 20 Januari 2026. Tim SAR gabungan kini memfokuskan penyisiran di sembilan titik utama yang telah dipetakan berdasarkan koordinat sebaran reruntuhan.

Medan operasi tergolong ekstrem. Lokasi jatuhnya pesawat berada di tebing curam dengan kedalaman ratusan meter sehingga proses evakuasi berlangsung lambat dan penuh risiko.

Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar sekaligus Koordinator Misi SAR (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan strategi hari ini mengedepankan pendekatan sistematis dan terukur di setiap sektor pencarian.

“Kami fokus pada area temuan awal, dari lokasi korban pertama, serpihan badan pesawat, hingga mesin dan sayap di sekitar air terjun,” jelas Arif, Selasa, 20 Januari 2026. 

Sebanyak sembilan Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan dengan pembagian tugas spesifik. SRU 1 hingga SRU 5 menyisir zona awal yang meliputi titik penemuan korban, serpihan jendela, mesin pertama, tangga kursi, serta barang pribadi penumpang.

Sementara itu, SRU 6 difokuskan pada lokasi ekor pesawat yang terperosok di kedalaman sekitar 200 meter. Area ini dinilai paling berbahaya karena kontur tebing yang hampir tegak lurus.

Operasi pencarian korban pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung. MI

Untuk proses evakuasi, SRU 7 bertugas membawa korban menuju titik kumpul di area persawahan Kampung Baru. Jalur evakuasi diamankan oleh SRU 8, sedangkan SRU 9 memberikan dukungan udara menggunakan helikopter Lanud Hasanuddin guna pemantauan dan pemetaan ulang medan.

Arif menegaskan kondisi alam masih menjadi kendala terbesar dalam operasi hari keempat ini. “Medan curam dan cuaca ekstrem sangat mempengaruhi operasi. Namun, keselamatan personel tetap prioritas utama dalam setiap langkah,” tegas dia.

Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, serta pemerintah daerah. Tim akan terus melakukan evaluasi di setiap titik penyisiran untuk mempercepat proses evakuasi dan penyelidikan lanjutan penyebab kecelakaan. (MI/Lina Herlina/LN)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)