Dua Korban ATR 42-500 Dievakuasi dari Badan dan Ekor Pesawat

Personel TNI mengevakuasi korban pesawat jatuh ATR 24-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) (ANTARA/Ho-Humas TNI AD)

Dua Korban ATR 42-500 Dievakuasi dari Badan dan Ekor Pesawat

Lukman Diah Sari • 20 January 2026 11:53

Jakarta: Personel TNI AD yang tergabung dalam Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan berhasil mengevakuasi dua korban kecelakaan pesawat ATR 24-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Senin, 19 Januari 2026. Dalam siaran pers resmi TNI AD -melansir Antara-, dua korban tersebut ditemukan di bagian badan dan ekor pesawat. 

"Proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat dengan teknik mountaineering mengingat keterbatasan akses udara akibat angin kencang dan kabut tebal di kawasan puncak Bulusaraung," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026, melansir Antara.


Sejumlah barang milik korban yang ditemukan tim SAe tim SaR gabungan di kawasan Pegunungan karst di Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulsel. ANTARA/ HO- Basarnas

Donny menuturkan, dalam proses evakuasi tersebut, personel dihadapkan pada tantangan medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi. Tapi, kata Donny, seluruh unsur tetap melanjutkan operasi secara disiplin, sesuai prosedur, dan terkoordinasi.

Dia memastikan operasi evakuasi akan terus dilaksanakan hingga seluruh korban berhasil dievakuasi, sesuai prosedur dan perkembangan situasi di lapangan.

Pesawat jenis ATR 42-500 penerbangan dari Yogyakarta dengan tujuan Makassar hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat itu diperkirakan hilang kontak sekitar pukul 13.17 Wita.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)