Ketua PMI Jakarta Pusat, Asep. Foto: Antara.
PMI Jakpus Bantu Tangani Pengungsi Kebakaran Kemayoran
Anggi Tondi Martaon • 2 June 2026 07:07
Jakarta: Palang Merah Indonesia (PMI) menerjunkan tim kesehatan serta armada ambulans ke lokasi kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka ditugaskan untuk membantu memberikan pertolongan pertama bagi warga terdampak.
Ketua PMI Jakarta Pusat, Asep, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan dua unit ambulans ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan kebakaran. PMI juga tengah menyiapkan bantuan tenda untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.
"Kami sedang menyiapkan dua unit tenda yang akan segera tiba untuk menampung para pengungsi," ujar Asep dikutip dari Antara, Selasa, 2 Juni 2026.
Terkait pemenuhan kebutuhan logistik, khususnya konsumsi warga di pengungsian, Asep mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta.
Mengenai penanganan trauma pascabencana, terutama bagi anak-anak, Asep menegaskan bahwa pihaknya memiliki prosedur khusus terkait evakuasi dan pemulihan (recovery). Namun, saat ini PMI masih memprioritaskan fase tanggap darurat.
"Terkait pemulihan trauma, kami memiliki prosedur untuk evakuasi dan recovery. Saat ini, kami masih berkoordinasi dengan PMI provinsi dan fokus pada penanggulangan dalam tahap tanggap darurat," jelas Asep.

Situasi kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di kawasan Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakpus. Foto: Istimewa.
Hingga saat ini, tim PMI tetap bersiaga di lokasi untuk memantau kondisi kesehatan warga. Serta mendukung upaya penanggulangan bencana yang dilakukan pemerintah daerah.
Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Kampung Pasar Haji Jiung, Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam, 1 Juni 2026. Kebakaran awalnya diketahui sekitar pukul 20.55 WIB.
Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam dengan 165 personel untuk menjinakkan api yang diduga dipicu oleh korsleting listrik. Berdasarkan data terkini di papan informasi, musibah ini diperkirakan mengakibatkan sekitar 250 rumah dan 330 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan penanganan dan pendataan di lokasi kejadian. Sementara proses pemadaman disertai pendinginan masih terus berlangsung hingga pukul 03.00 WIB.