Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Hingga Awal 2026, Investasi Swasta Rp72 Triliun Masuk ke IKN
Eko Nordiansyah • 26 February 2026 13:30
Penajam Paser Utara: Investasi swasta masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, tercatat lebih kurang Rp72 triliun hingga awal 2026.
"Perkembangan investasi di IKN terus menunjukkan tren positif," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika ditanya menyangkut investasi pembangunan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara dikutip dari Antara, Kamis, 26 Februari 2026.
Investasi yang baru ditandatangani pada tahun ini, pembangunan fasilitas komersial dan layanan publik mencakup pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, hingga fasilitas olahraga yang tersebar di wilayah pengembangan (WP) 1A dan 1C.
Pembangunan tersebut dikerjakan PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, serta PT Borneo Berkah Abadi yang diikat dengan perjanjian kerja sama (PKS), guna mendorong berbagai investasi masuk ke IKN sekaligus menghadirkan fasilitas penunjang bagi masyarakat di kawasan ibu kota negara baru Indonesia itu.
Seluruh proyek yang dikerjakan ketiga perusahaan tersebut di WP 1A dan 1C mendukung kebutuhan harian penghuni kawasan, jelas dia, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang berada di IKN.
Baca Juga :
Proyek Blok Masela Tertahan, Purbaya Janji Bereskan Hambatan Perizinan

(Ilustrasi IKN Nusantara. Foto: Dok Metrotvnews.com)
57 perusahaan tanam modal di IKN
Tercatat hingga awal 2026 sebanyak 57 perusahaan telah komitmen investasi di ibu kota negara baru Indonesia, lanjut dia, dengan nilai investasi swasta murni mencapai sekitar Rp72 triliun.Pembangunan IKN semakin meningkat dari aspek kepercayaan masyarakat termasuk bidang usaha, serta Otorita IKN memastikan kemudahan proses perizinan dan pendampingan investor, sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih cepat dan tepat.
Pembangunan fasilitas komersial, sosial, serta pendukung lainnya dipercepat untuk pertumbuhan ekosistem kawasan, kata Basuki Hadimuljono, menghadirkan aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik IKN sebagai pusat peradaban baru di Indonesia.
Kehadiran PT Maxi Nusantara Raya di IKN tidak semata orientasi pada keuntungan, timpal perwakilan investor dari PT Maxi Nusantara Raya Suni Yuwono Kusbandi, tetapi juga berperan sebagai kontributor dalam pembangunan kawasan IKN.