Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Widya Prabowo.
TNI AD Usut Penyebab Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
Kautsar Widya Prabowo • 16 July 2026 18:38
Jakarta: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut tuntas penyebab pasti ledakan di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu II) Puspalad Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Insiden yang terjadi pada Kamis, 16 Juli 2026 tersebut mengakibatkan satu prajurit gugur dan enam personel lainnya luka-luka.
"Saat ini, Tentara Nasional Angkatan Darat telah membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono dalam konferensi pers di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Juli 2026.
Donny menerangkan bahwa fokus utama tim saat ini adalah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara komprehensif untuk mencari pemicu ledakan di fasilitas penyimpanan amunisi tersebut.
Terkait kondisi para personel di lapangan, Donny merinci bahwa para korban terdampak telah dievakuasi secara kilat ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif yang maksimal.
"Dalam insiden tersebut, satu orang personel dinyatakan meninggal dunia, kemudian empat orang mengalami luka berat, dan dua orang lainnya mengalami luka ringan," jelas Donny.
.jpeg)
Tangkapan layar Breaking News Metro TV.
Pendampingan Keluarga Korban
Selain berfokus pada penyelidikan materiil dan teknis di Gupusmu II Madiun, Markas Besar TNI AD memastikan akan mendampingi seluruh keluarga prajurit yang menjadi korban dalam peristiwa ini.
Pihak TNI AD menyatakan duka mendalam dan berkomitmen memberikan penanganan terbaik, baik bagi keluarga korban gugur maupun personel yang masih dalam masa pemulihan medis.
"Kami turut berbela sungkawa kepada keluarga prajurit yang gugur dalam tugas, serta mendoakan agar seluruh korban yang saat ini masih menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan," ucap Donny.