Dukung Investigasi KNKT, Tim Penyelam Temukan Bukti Karam Kapal Virgo

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra (kiri). ANTARA/Tumpal Andani Aritonang

Dukung Investigasi KNKT, Tim Penyelam Temukan Bukti Karam Kapal Virgo

Lukman Diah Sari • 16 September 2026 23:58

Banjarmasin: Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Dinas Penyelaman Bawah Air (Dislambair) TNI Angkatan Laut menemukan sejumlah bukti penting di lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Temuan ini disiapkan untuk mendukung investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, mengatakan penemuan barang bukti tersebut didapat oleh tim penyelam pada operasi pencarian hari keempat di perairan Masalembo, Laut Jawa, Rabu, 16 September 2026. Penyelaman dilakukan langsung di sekitar badan kapal yang tenggelam.

“Temuan tersebut akan menjadi bahan bagi KNKT dalam proses investigasi untuk mengetahui kondisi kapal setelah mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Masalembo,” ujar Galih, melansir Antara.

Tim penyelam selanjutnya mendokumentasikan serta mengamankan seluruh bukti sesuai prosedur yang berlaku. Sementara itu, unsur tim SAR gabungan lainnya tetap fokus melanjutkan misi pencarian korban dengan memperluas sektor penyisiran di sekitar titik tenggelamnya kapal.

Bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Istimewa

KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin sejak 12 September 2026 dengan mengangkut total 243 orang. Kapal nahas tersebut dilaporkan menghadapi cuaca buruk hingga hilang kontak, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo pada Minggu, 13 September 2026, pukul 02.00 Wita.

Hingga Rabu malam pukul 22.00 Wita, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 129 orang yang belum ditemukan dari manifes pelayaran.

(Lukman Diah Sari)