Ilustrasi, sistem pipa gas LNG di Eropa. Foto: dok Xinhua.
Harga Gas Eropa Tembus Level Tertinggi sejak 2022, Cadangan Mulai Menipis
Husen Miftahudin • 15 September 2026 08:36
London: Harga gas alam grosir di Eropa dan Inggris melonjak hampir lima persen pada perdagangan Senin waktu setempat. Kenaikan tersebut membawa harga gas ke level tertinggi sejak 2022 di tengah meningkatnya gangguan transit di Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap penurunan cadangan gas.
Mengutip Investing.com, Selasa, 15 September 2026, kontrak gas grosir National Balancing Point (NBP) Inggris melonjak hampir lima persen hingga menembus level 200 pence per therm. Harga NBP kemudian diperdagangkan di atas level tersebut, yakni 201,50 pence per therm. Posisi itu menjadi level tertinggi sejak akhir 2022.
Di Eropa kontinental, kontrak Dutch Title Transfer Facility (TTF) untuk pengiriman bulan depan sebagai acuan harga gas Eropa naik sekitar lima persen menjadi EUR83,40 per megawatt-jam (MWh).
Harga tersebut juga mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pelaku pasar menyesuaikan harga untuk mencerminkan meningkatnya risiko geopolitik di sepanjang kurva harga kontrak.
Kenaikan terjadi di berbagai tenor kontrak gas Eropa. Kondisi tersebut semakin diperkuat peringatan dari pembeli energi utama Asia mengenai kerentanan pasokan energi Eropa menjelang musim dingin.
Cadangan gas Eropa masih rendah
CEO Global sekaligus Ketua JERA Yukio Kani, perusahaan pembangkit listrik terbesar di Jepang dan salah satu pembeli gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, memperingatkan kondisi cadangan gas Eropa. Kani mengatakan cadangan gas Eropa masih berada pada level rendah. Gangguan pengiriman di sekitar Selat Hormuz juga berpotensi berlangsung lebih lama.
Data Gas Infrastructure Europe menunjukkan fasilitas penyimpanan gas bawah tanah Eropa baru terisi sekitar 68 persen. Tingkat tersebut hampir 17 poin persentase di bawah rata-rata musiman historis.
Kondisi tersebut terjadi ketika fasilitas penyimpanan biasanya sudah mendekati kapasitas maksimum menjelang musim dingin.
Ketegangan militer di Teluk Persia juga telah menekan lalu lintas kapal pengangkut LNG melalui Selat Hormuz hingga hampir terhenti. Kondisi tersebut mengancam ekspor LNG Qatar, yang menjadi salah satu sumber utama pasokan LNG fleksibel global.
Gangguan pasokan juga diperburuk oleh kemajuan kelompok Houthi di Yaman di sekitar koridor transit Laut Merah serta serangan baru terhadap infrastruktur pipa regional. Dengan kondisi tersebut, jalur maritim alternatif untuk pengiriman energi masih terbatas.

(Ilustrasi, bendera Uni Eropa. Foto: Anadolu Agency)
Harga energi tekan inflasi
Kenaikan harga gas alam Eropa terjadi bersamaan dengan penguatan harga minyak mentah. Harga Brent naik sekitar tiga persen hingga mendekati USD112 per barel.
Kenaikan biaya energi tersebut meningkatkan tekanan inflasi dan memperbesar risiko stagflasi bagi perekonomian Eropa.
Pergerakan harga energi terjadi setelah Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis sebelumnya menaikkan suku bunga fasilitas deposit sebesar 25 basis poin menjadi 2,50 persen.
Lonjakan harga gas Eropa ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir turut memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter.
Pelaku pasar memperkirakan bank sentral, mulai dari Frankfurt hingga Washington, berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat hingga tahun depan untuk mencegah kenaikan harga energi meluas menjadi tekanan inflasi yang lebih besar.