Transformasi Danantara Bikin BUMN Cetak Pertumbuhan Laba, Pertamina Paling Gacor

Gedung Pertamina. Foto: dok Setkab.

Transformasi Danantara Bikin BUMN Cetak Pertumbuhan Laba, Pertamina Paling Gacor

Husen Miftahudin • 2 July 2026 14:11

Jakarta: Transformasi yang dijalankan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membuat kinerja mayoritas perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meraup pertumbuhan laba.
 
"Capaian kinerja sepanjang 2025 mencerminkan ketahanan, transformasi, dan kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional," ungkap Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.
 
Berdasarkan data laporan Danantara Indonesia, PT Pertamina (Persero) menjadi perusahaan BUMN yang paling tinggi kenaikan labanya secara nominal. Perusahaan yang mengelola seluruh rantai bisnis minyak dan gas bumi dan hulu hingga hilir ini sukses mencetak kenaikan laba sebesar Rp11 triliun.
 
Selanjutnya ada PT Pupuk Indonesia (Persero), yang berdasarkan laporan kinerja keuangannya per April 2026 mencetak laba sebanyak Rp3,2 triliun. Dibandingkan tahun sebelumnya, kenaikan laba perusahaan pelat merah yang bergerak pada produksi pupuk dan bahan kimia itu mencapai Rp3,2 triliun.
 
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjadi perusahaan BUMN ketiga yang mencetak kenaikan nominal laba terbesar. Data Danantara Indonesia menyebutkan, salah satu perbankan BUMN itu mencetak kenaikan laba hingga Rp2,8 triliun per April 2026.
 

Bca juga: Transformasi Danantara Berbuah Manis, Ini 22 BUMN yang Membukukan Laba Solid
 
Berikut rincian kinerja sejumlah BUMN yang mencatatkan pertumbuhan signifikan, mengutip data laporan kinerja periode April 2025 hingga April 2026 yang dipublikasikan Danantara Indonesia:
 

1. Pertamina

  • Laba: Rp24,9 triliun.
  • Perubahan: Naik Rp11 triliun atau 80 persen.
 

2. Pupuk Indonesia

  • Laba: Rp4,8 triliun.
  • Perubahan: Naik Rp3,2 triliun atau 202 persen.
 

3. BRI

  • Laba: Rp21,2 triliun.
  • Perubahan: Naik Rp2,8 triliun atau 15 persen.
 

4. Bank Mandiri

  • Laba: Rp21,3 triliun.
  • Perubahan: Naik Rp2,5 triliun atau 13 persen.
 

5. Pelindo

  • Laba: Rp1,5 triliun.
  • Perubahan: Naik Rp900 miliar atau 169 persen.
 

6. BNI

  • Laba: Rp7,2 triliun.
  • Perubahan: Naik Rp381 miliar atau 6 persen.
 

7. InJourney

  • Laba: Rp300 miliar.
  • Perubahan: Naik Rp74 miliar atau 33 persen.
 

8. Adhi Karya

  • Laba: Rp69 miliar.
  • Perubahan: Naik Rp60 miliar atau 667 persen.


(Wisma Danantara Indonesia. Foto: dok Danantara)
 

Keberhasilan restrukturisasi

 
Selain pertumbuhan laba, lanjut Rohan, dukungan permodalan (capital support) dari Danantara Asset Management (DAM) juga terbukti efektif mendorong sejumlah BUMN berhasil mencetak untung dari sebelumnya merugi.
 
Berikut daftar BUMN yang berhasil turnaround dari langkah restrukturisasi yang dijalankan Danantara Indonesia melalui strategi dan dukungan DAM:
 

1. Krakatau Steel

  • Laba: Rp635 miliar.
  • Perubahan: Naik dari rugi Rp981 miliar (turnaround pascarestrukturisasi dan capital support DAM).
 

2. Kimia Farma

  • Laba: Rp108 miliar.
  • Perubahan: Naik dari rugi Rp160 miliar (turnaround pascarestrukturisasi dan capital support DAM).
 

3. Semen Indonesia

  • Laba: Rp106 miliar.
  • Perubahan: Naik dari rugi Rp66 miliar (turnaround pascarestrukturisasi dan capital support DAM).
 
"Seluruh investasi tersebut dijalankan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat," papar Rohan.
 
Sementara itu, laporan keuangan konsolidasian Danantara Indonesia untuk tahun buku 2025 masih dalam tahap penyelesaian sesuai proses audit yang berlaku. Laporan tersebut akan disampaikan setelah seluruh tahapan audit rampung sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
 

Dividen BUMN dialokasikan untuk investasi strategis

 
Di samping peningkatan kinerja operasional, Danantara mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah proyek strategis nasional.
 
Pendanaan investasi tersebut antara lain bersumber dari dividen BUMN yang diterima sepanjang 2025. Sebagian dana dividen dialokasikan untuk mendukung proyek bernilai strategis dan diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.
 
Beberapa investasi strategis yang telah dijalankan meliputi pengembangan ekosistem haji dan umrah Indonesia di Makkah. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global.
 
Selain itu, Danantara juga menggarap proyek Waste-to-Energy (WTE) yang diarahkan untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi, dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.

(Husen Miftahudin)