Transformasi Danantara Berbuah Manis, Ini 22 BUMN yang Membukukan Laba Solid

Gedung Pertamina. Foto: dok Pertamina.

Transformasi Danantara Berbuah Manis, Ini 22 BUMN yang Membukukan Laba Solid

Husen Miftahudin • 29 June 2026 13:38

Jakarta: Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mencatatkan kinerja keuangan yang memuaskan.

Capaian ini dinilai mempertegas transformasi BUMN di bawah naungan BPI Danantara berjalan semakin terukur dan berorientasi pada hasil nyata.

Menukil dari berbagai sumber, berikut 22 BUMN yang berhasil mencetak kinerja keuangan yang menggembirakan per April 2026. Diklasifikasikan berdasarkan klaster, ini rinciannya:
 

Klaster Perbankan

1. BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mencatatkan laba konsolidasi sebesar Rp21,2 triliun hingga April 2026. Pencapaian ini tumbuh sebesar 15 persen (yoy) dari Rp18,4 triliun di April 2025.

Kinerja positif tersebut didorong oleh strategi efisiensi biaya dana serta ekspansi kredit yang optimal. Juga ditopang oleh kinerja operasional yang solid dan efisiensi beban bunga di tengah tantangan ekonomi global.

2. Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan laba konsolidasi hingga April 2026 sebesar Rp21,3 triliun. Angka ini naik sekitar 13 persen (yoy) dari Rp18,8 triliun pada periode April 2025.

Kinerja solid ini ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang ekspansif, peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), serta efektivitas ekosistem digital dari hulu ke hilir.

3. BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat laba bersih sebesar Rp7,29 triliun per April 2026. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,11 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya Rp6,87 triliun.

Perolehan solid ini utamanya ditopang oleh ekspansi kredit yang tumbuh 20,1 persen (yoy), peningkatan pendapatan bunga sebesar 13,7 persen, serta pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah (CASA).

4. BTN
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) per April 2026 mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,45 triliun atau tumbuh 43,84 persen secara tahunan (yoy) dari Rp1,008 triliun.

Terutama ditopang oleh peningkatan Pendapatan Bunga Bersih atau Net Interest Income (NII) serta keberhasilan menekan biaya dana (cost of fund).

5. BSI
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,80 triliun hingga April 2026. Capaian ini tumbuh 17,79 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp2,38 triliun.

Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp382 triliun serta penyaluran pembiayaan sebesar Rp332 triliun.
 
Baca juga: Pangkas BUMN Jadi 250, Presiden Ingin Lebih Efisien dan Transparan
 

Klaster Industri Manufaktur


1. Krakatau Steel

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp635 miliar hingga periode April 2026, berbalik dari rugi Rp981 miliar pada April 2025. Raihan ini diperoleh setelah menjalani proses restrukturisasi dan mendapat dukungan modal dari Danantara Asset Management (DAM).

2. Len Industri

Kinerja keuangan PT Len Industri (Persero) pada April 2026 berhasil menjadi untung Rp108 miliar dari rugi Rp160 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini berhasil diperoleh setelah melalui restrukturisasi dan capital support dari Danantara Asset Management (DAM).

3. Sucofindo

PT Sucofindo (Persero) membukukan laba sebesar Rp151 miliar hingga April 2026. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 49 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini secara utama ditopang oleh langkah konsolidasi serta pembenahan tata kelola korporasi (governance) yang dilakukan di bawah naungan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

4. ID Survey
PT IDSurvey (Persero) per April 2026 mencatatkan laba bersih sebesar Rp265 miliar atau naik 9,95 persen secara tahunan (yoy), dari Rp241 miliar.

Kinerja ini ditopang oleh peningkatan pendapatan operasional perusahaan yang menyentuh Rp2,19 triliun atau tumbuh 8,2 persen dibandingkan periode April 2025.

5. Surveyor Indonesia

PT Surveyor Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp78 miliar hingga April 2026, naik sekitar 10 persen dari capaian di periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian ini ditopang oleh langkah strategis berupa restrukturisasi, transformasi bisnis, dukungan permodalan, serta penguatan portofolio pada layanan baru seperti ESG Assurance yang mendorong pembiayaan hijau.
 

Klaster Infrastruktur


1. Hutama Karya
PT Hutama Karya (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp628 miliar per April 2026 dari Rp448 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian ini dihasilkan melalui disiplin pengendalian biaya dan penguatan segmen pengoperasian jalan tol, di tengah dinamika pasar global yang semakin menantang.

2. Adhi Karya
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan laba bersih sebesar Rp69 miliar pada periode yang berakhir April 2026. Angka tersebut mencatatkan lonjakan persentase yang sangat signifikan, yakni sebesar 667 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Melonjaknya persentase laba ini utamanya didorong oleh perbaikan kinerja operasional dan basis laba periode sebelumnya yang relatif kecil, sehingga membalikkan performa perusahaan menjadi lebih positif.

3. Semen Indonesia
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) berhasil mencatat untung sebesar Rp106 miliar per April 2026, dari rugi Rp66 miliar menjadi. Capaian ini terjadi pasca-transformasi bisnis yang dilakukan oleh DAM.


(Wisma Danantara Indonesia. Foto: dok Danantara)
 

Klaster Industri Pangan dan Pupuk


1. Pupuk Indonesia

PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp4,8 triliun pada periode April 2026. Angka ini tumbuh signifikan sebesar 202 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba ini ditopang oleh transformasi total tata kelola, inovasi digital, peningkatan efisiensi operasional, dan peningkatan pendapatan dari bisnis inti. Strategi ini berhasil mendorong lonjakan laba bersih secara konsisten.

2. Agrinas Pangan
PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) berhasil mencatatkan laba sebesar Rp465 miliar hingga April 2026. Capaian tersebut merupakan pembalikan kinerja yang signifikan, yakni sebelumnya sempat mengalami kerugian sebesar Rp12 miliar.


Laba ini ditopang oleh keberhasilan program restrukturisasi serta suntikan dukungan permodalan dari Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Pemulihan ini juga didorong oleh percepatan operasional serta transformasi bisnis, termasuk perannya dalam pembangunan fasilitas dan distribusi logistik untuk Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
 

Klaster Energi

1. Pertamina

PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba konsolidasi sebesar Rp24,9 triliun hingga April 2026. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 80% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp13,9 triliun.

Peningkatan performa positif ini didorong oleh transformasi pengelolaan perusahaan yang dijalankan melalui Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), termasuk konsolidasi bisnis hilir Pertamina.
 

Klaster Pertambangan

1. Mind ID
Laba holding BUMN pertambangan MIND ID yang dilaporkan hingga April 2026 tercatat sebesar Rp14,1 triliun. Naik 31 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp10,8 triliun.

Kenaikan ini utamanya didorong oleh transformasi tata kelola BUMN di bawah naungan Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), peningkatan signifikan pada kinerja operasional, serta optimalisasi agenda hilirisasi mineral.
 

Klaster Jasa Keuangan

1. Pegadaian
PT Pegadaian (Persero) mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,38 triliun hingga akhir April 2026. Laba tersebut melonjak 87,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp2,34 triliun.

Lonjakan laba bersih ini ditopang oleh pesatnya pertumbuhan Outstanding Loan (OSL) gross, ekspansi layanan dan ekosistem emas, serta peningkatan kualitas pembiayaan yang diiringi dengan penurunan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).
 

Klaster Logistik dan Hinterland

1. Pelindo
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo hingga April 2026 mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 169 persen menjadi Rp1,5 triliun secara tahunan.

Capaian ini menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan kinerja yang sangat kuat di sektor BUMN. Serta ditopang oleh transformasi bisnis yang masif, penguatan tata kelola, dan peningkatan efisiensi operasional.
 

Klaster Industri Kesehatan

1. Kimia Farma

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatatkan keuntungan Rp108 miliar dari dari rugi Rp160 miliar, setelah dilakukan restrukturisasi dan capital support dari Danantara Asset Management (DAM).

Capaian ini ditopang oleh efisiensi biaya operasional, optimalisasi portofolio produk, peningkatan EBITDA, hingga penguatan rantai pasok.
 

Klaster Pariwisata dan Pendukung

1. InJourney

Laba bersih PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Injourney) tercatat sebesar Rp300 miliar untuk periode yang berakhir pada April 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan atau peningkatan sebesar Rp74 miliar atau naik 33 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Laba InJourney ini ditopang oleh keberhasilan program transformasi BUMN, restrukturisasi bisnis yang komprehensif, serta peningkatan signifikan dalam aktivitas pariwisata dan pergerakan penumpang pesawat.
 

Holding BUMN Spesialis Transformasi dan Investasi

1. Danareksa

PT Danareksa (Persero) mencatatkan laba bersih sebesar Rp43 miliar pada April 2026, berbalik untung signifikan dari posisi rugi sebesar Rp72 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pembalikan kinerja ini didorong oleh program restrukturisasi dan dukungan permodalan dari Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

(Husen Miftahudin)