Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Dunia Berbalik Naik Lagi
Eko Nordiansyah • 4 February 2026 08:10
Houston: Harga minyak terus naik pada Selasa, 3 Februari 2026, setelah sebuah laporan media menyebutkan AS telah menembak jatuh sebuah drone Iran yang mendekati kapal induk angkatan laut AS.
Harga sempat stabil setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya karena para pedagang mencerna kesepakatan perdagangan antara India dan AS serta meredanya ketegangan antara AS dan Iran.
Dilansir dari Investing.com, Rabu, 4 Februari 2026, harga minyak Brent berjangka untuk April naik 1,3 persen menjadi USD67,16 per barel dan harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka naik 1,5 persen menjadi USD63,09 per barel.
Kedua patokan tersebut menunjukkan pelemahan di awal sesi, setelah anjlok lebih dari empat persen pada Senin setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran "serius berbicara" dengan Washington, yang menandakan penurunan ketegangan dengan anggota OPEC tersebut.
Kesepakatan perdagangan AS dan India
Pasar minyak fokus pada kesepakatan perdagangan yang telah lama ditunggu-tunggu antara AS dan India, yang memangkas tarif AS atas barang-barang India menjadi 18 persen dari 50 persen sebagai imbalan atas penghentian pembelian minyak Rusia oleh India dan penurunan hambatan perdagangan."Jika ini terjadi, hal itu hanya akan menyebabkan peningkatan lebih lanjut dalam jumlah minyak Rusia yang mengambang di laut. Ini semakin menekan diskon Urals untuk menarik pembeli. Kurangnya pembeli berarti Rusia pada akhirnya akan dipaksa untuk mengurangi produksi, memperketat pasar minyak," kata analis di ING, dalam sebuah catatan.
AS dan Iran akan mengadakan pembicaraan nuklir minggu ini
AS dan Iran akan melanjutkan pembicaraan mengenai ambisi nuklir Iran pada hari Jumat ini di Turki, menurut sejumlah laporan.Pembicaraan ini terjadi setelah Trump berulang kali memperingatkan Iran untuk menerima kesepakatan dan mengisyaratkan potensi aksi militer terhadap negara tersebut jika kesepakatan tidak tercapai.
Berita tentang pembicaraan tersebut membantu meredakan kekhawatiran tentang perang regional di Timur Tengah, yang pada gilirannya mengurangi premi risiko di pasar minyak.
Kekhawatiran akan potensi konflik telah menjadi poin pendukung utama bagi harga minyak, terutama setelah AS mengerahkan beberapa kapal perang ke Timur Tengah dan memperingatkan potensi serangan terhadap Iran.
Namun, masih perlu dilihat apakah pembicaraan Jumat akan membawa deeskalasi besar dalam ketegangan, mengingat negosiasi sebelumnya tentang penghentian program nuklir Iran telah menghasilkan hasil yang terbatas.
(1).jpg)