Sidang Korupsi Chromebook, Eks Anak Buah Nadiem Tak Survei Harga Pasar

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim. Foto: Dok. Metro TV.

Sidang Korupsi Chromebook, Eks Anak Buah Nadiem Tak Survei Harga Pasar

Kautsar Widya Prabowo • 2 February 2026 15:10

Jakarta: Eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat SMA Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Dhany Hamidan Khoir, mengaku memilih laptop Chromebook yang dibeli melalui PT Bhineka Mentari Dimensi karena dianggap memiliki harga paling murah, yakni sebesar Rp5.650.000. Penentuan tersebut, kata Dhany, hanya didasarkan pada pencocokan harga di e-katalog.

Pengakuan itu disampaikan Dhany saat diperiksa Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook dengan terdakwa eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim.
 


“Saya hanya survei di e-katalog,” ujar Dhany di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 2 Februari 2026.

Dalam persidangan, JPU Roy Riady sempat mempertanyakan apakah Dhany melakukan survei harga di luar e-katalog. Roy menegaskan bahwa seorang pejabat pembuat komitmen (PPK) memiliki kewenangan untuk membandingkan harga pasar di luar sistem e-katalog.


Sidang dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Widya Prabowo.

Roy juga menekankan bahwa laptop Chromebook dengan spesifikasi lebih tinggi yang dibeli dari PT Bhineka diketahui dijual dengan harga sekitar Rp3,2 juta. JPU pun kembali menanyakan apakah Dhany pernah mencari atau membandingkan informasi harga Chromebook di pasaran.

“Seingat saya hanya dari e-katalog,” jawab Dhany.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)