Nama-nama yang menjadi inspirasi siswa SMP Sungai Raya melakukan kekerasan. Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.
Densus 88: Siswa SMP Kalbar Terinspirasi Penembak Massal Luar Negeri
Siti Yona Hukmana • 4 February 2026 18:22
Jakarta: Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap bahwa, siswa SMP Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) terinspirasi melakukan aksi kekerasan dari luar negeri. Ada sejumlah tokoh yang menjadi referensi.
"Betul (terinspirasi kekerasan di luar negeri)," kata juru bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana, Rabu, 4 Februari 2026.
Adapun nama-nama yang menjadi inspirasi siswa tersebut ditulis pada tasnya. Mayndra mengatakan nama-nama itu adalah pelaku penembakan massal dan sering dijadikan referensi di komunitas ekstrem online.
Nama-nama tersebut ialah, Stephen Paddock. Ia pelaku penembakan massal Las Vegas 2017. Insiden ini termasuk penembakan paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat modern.
Kedua, Adam Peter Lanza, yang merupakan pelaku penembakan Sandy Hook Elementary School 2012. Insiden itu menewaskan anak-anak usia sekolah dasar dan guru. Sering dijadikan simbol ekstrem kekerasan nihilistik.
Ketiga, Seung-Hui Cho, pelaku penembakan Virginia Tech 2007. Salah satu kasus awal yang banyak dianalisis dalam studi tentang lone wolf dan alienasi sosial.
Keempat, Salvador Ramos. Pelaku penembakan Uvalde, Texas 2022 yang menargetkan sekolah dasar.
Kelima, Luca Traini. Pelaku penembakan yang bermotif rasial di Macerata, Italia 2018. Berafiliasi dengan ideologi ekstrem kanan.
Keenam, Tarrant. Merujuk pada Brenton Tarrant, pelaku serangan teror di Christchurch, Selandia Baru 2019.
Ketujuh, #Zero Day. Istilah ini sering dipakai dalam subkultur kekerasan ekstrem dan merujuk pada hari eksekusi serangan. Termasuk, terkait dengan narasi film “Zero Day” tentang penembakan sekolah. Kedelapan, TCC atau True Crime Community.

Barang bukti yang disita dari seorang siswa SMP Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), yang terpapar True Crime Community (TCC). Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.
Siswa SMP Sungai Raya ini tertarik dengan konten-konten kekerasan usai menjadi korban perundungan. Ia memiliki keinginan untuk balas dendam kepada teman-teman yang kerap melakukan perundungan kepadanya.
Selain itu, diduga kuat menghadapi masalah keluarga. Balas dendam dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di sekolahnya. Salah satunya, melempar enam peledak, empat di antaranya merupakan petasan meledak dan mengenai seorang siswa hingga terluka.
Densus 88 menyita sejumlah benda berbahaya dari anak tersebut. Seperti lima buah gas portable yang bagian sampingnya direkatkan petasan, paku, dan pisau. Lalu, enam buah botol berisi bahan bakar minyak dan sumbu kain (molotov) serta satu bilah pisau.
Kasus ini ditangani Polda Kalimantan Barat didampingi Densus 88 Antiteror Polri. Pendamping oleh Densus 88 dilakukan mulai dari proses pemetaan hingga pemenuhan alat bukti.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com