Ribuan Hewan Ternak di Gunungkidul Terserang Penyakit

Ilustrasi ternak warga di Kabupaten Gunungkidul. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Ribuan Hewan Ternak di Gunungkidul Terserang Penyakit

Ahmad Mustaqim • 3 February 2026 14:52

Gunungkidul: Ancaman penyakit hewan ternak di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tergolong tinggi. Data pemerintah setempat mencatat ribuan kasus ternak terserang berbagai jenis penyakit.

"Data kami ada sekitar 1.700 kasus PMK (penyakit mulut dan kuku) sepanjang 2025," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, Retno Widyastuti, dihubungi pada Selasa, 3 Februari 2026. 

Data itu belum mencakup penyakit lumpy skin disease (LSD) dan antraks. Bahkan, kasus antraks masih terus muncul tiap tahunnya di Kabupaten Gunungkidul. "Kasus antraks muncul berturut-turut pada Februari sampai Mei 2025," jelas Retno. 
 


Retno mengungkapkan awal tahun ini telah ada laporan kasus penyakit hewan. Namun, dugaan kasus itu belum divalidasi karena dalam proses uji sampel yang membutuhkan waktu beberapa pekan. 

"Angka kasus paling tinggi pada masa peralihan musim, seperti November-Desember, khususnya pada wilayah yang memang sebelumnya sudah terjadi kasus," ungkapnya. 


Ilustrasi ternak warga di Kabupaten Gunungkidul. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim


Menurut dia, pemerintah setempat terus berupaya melakukan pengendalian dan pencegahan penyakit hewan ternak. Upaya tersebut dilakukan dengan mengimbau peternak menjaga kebersihan lingkungan dan hewan, serta melaksanakan vaksinasi.

Vaksinasi ternak, kata dia, secara teknis dilakukan oleh petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di 11 lokasi yang melayani 18 kecamatan. Vaksinasi tersebut dilakukan hampir setiap hari di dusun maupun kelompok ternak, dengan capaian vaksinasi PMK sejak awal Januari hingga kini mencapai sekitar 2.000 dosis.

"Masyarakat kami imbau tidak usah takut untuk ternaknya divaksin supaya bisa terlindungi dari (ancaman) bahaya penyakit," ujarnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)