Bangunan rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa bumi Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026. Foto: BPBD Kabupaten Poso
Update Gempa Sulteng: 6.458 Jiwa Terdampak, Ribuan Rumah Rusak
Silvana Febiari • 18 June 2026 13:25
Palu: Gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) berdampak di wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Poso, dan Parigi Moutong. Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 2.012 kepala keluarga (KK) atau 6.458 jiwa terdampak.
"Dari jumlah tersebut, 1.991 kepala keluarga (KK) atau 6.418 jiwa berada di Kabupaten Sigi, sedangkan 21 kepala keluarga atau 40 jiwa berada di Kabupaten Parigi Moutong. Data terdampak di wilayah lainnya masih terus diperbarui seiring berlangsungnya asesmen lapangan," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Juni 2026.
Dari sisi korban jiwa, satu orang dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi. Selain itu, terdapat 15 korban luka berat dan 64 korban luka ringan.
Baca Juga :
"Korban luka terdiri dari 15 luka berat dan 61 luka ringan di Kabupaten Sigi, satu luka ringan di Kabupaten Poso, serta dua luka ringan di Kota Palu. Seluruh data korban masih dalam proses verifikasi dan pembaruan," ungkap Abdul.
Kerusakan rumah yang terdata mencapai sekitar 1.456 unit rumah rusak ringan, dengan sebaran 1.378 unit di Kabupaten Sigi, 63 unit di Kota Palu, dan 15 unit di Kabupaten Poso. Terdapat 112 unit rumah rusak sedang dan 47 unit rumah rusak berat yang seluruhnya berada di Kabupaten Sigi.
"Di Kabupaten Poso juga dilaporkan lima unit rumah terdampak, sedangkan di Kabupaten Parigi Moutong sedikitnya 15 unit rumah rusak atau terdampak dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut," ujar Abdul.
Selain permukiman, gempa juga merusak sejumlah fasilitas umum, di antaranya 35 fasilitas ibadah, 10 fasilitas pendidikan, 11 gedung perkantoran, dua jembatan, lima UMKM, empat hotel, satu villa, satu gedung pertemuan, dan satu rumah adat. Kerusakan terbanyak berada di Kabupaten Sigi.
Di Kota Palu, tercatat kerusakan pada satu fasilitas ibadah, tiga gedung perkantoran, satu jembatan yang mengalami keretakan, satu tempat usaha, empat hotel, dan satu villa. Sementara di Kabupaten Poso, gempa juga menyebabkan ruas jalan provinsi Palu–Sigi–Poso mengalami amblas di sejumlah titik.

Bangunan rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa bumi Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026. Foto: BPBD Kabupaten Poso
Hingga kini, masih terdapat kendala di lapangan, terutama di Kabupaten Poso yang akses menuju Kecamatan Lore Utara belum dapat dijangkau akibat terputusnya jaringan komunikasi serta keterbatasan personel dan transportasi. Kondisi ini menghambat proses asesmen lanjutan.
Di Kota Palu, Jembatan Palu III masih ditutup sementara karena ditemukan keretakan pada struktur jembatan dan sedang dalam kajian teknis. Sementara itu, tenda darurat telah didirikan di area rumah sakit, dan pasien yang sempat dievakuasi mulai kembali ke ruang perawatan.
Upaya penanganan darurat terus dilakukan, mulai dari asesmen cepat, pendirian posko, distribusi logistik, layanan kesehatan darurat, hingga verifikasi data korban dan kerusakan. Kebutuhan mendesak di lapangan saat ini meliputi logistik bencana, terpal, dan tambahan tenda darurat, terutama untuk fasilitas kesehatan.
Berdasarkan pemantauan BMKG, telah terjadi 13 kali gempa susulan dengan magnitudo 4,0 hingga 4,2 hingga pukul 12.17 WITA, Rabu, 17 Juni 2026. Masyarakat diimbau tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah, serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.