Bangunan rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa bumi Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026. Foto: BPBD Kabupaten Poso
Pemprov Sulteng Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Selama Tujuh Hari
Silvana Febiari • 18 June 2026 13:05
Palu: Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama tujuh hari, terhitung sejak 17 hingga 23 Juni 2026. Penetapan ini dilakukan dalam rangka mempercepat penanganan darurat di wilayah terdampak.
"Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi melalui Keputusan Gubernur Nomor 300.2.1/199/BPBD-6-ST/2026 selama tujuh hari," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Juni 2026.
Berdasarkan data sementara, gempa berdampak pada wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Poso, dan Parigi Moutong. Pendataan yang telah dihimpun hingga saat ini mencatat sedikitnya 2.012 kepala keluarga atau 6.458 jiwa terdampak.
Baca Juga :
Sigi Tanggap Darurat Bencana Hingga 30 Juni
"Dari jumlah tersebut, 1.991 kepala keluarga atau 6.418 jiwa berada di Kabupaten Sigi, sedangkan 21 kepala keluarga atau 40 jiwa berada di Kabupaten Parigi Moutong. Data terdampak di wilayah lainnya masih terus diperbarui seiring berlangsungnya asesmen lapangan," jelas Abdul.
Hingga saat ini, tercatat satu orang meninggal dunia di Kabupaten Sigi. Selain itu, terdapat 15 korban luka berat dan 64 korban luka ringan.
"Korban luka terdiri dari 15 luka berat dan 61 luka ringan di Kabupaten Sigi, satu luka ringan di Kabupaten Poso, serta dua luka ringan di Kota Palu. Seluruh data korban masih dalam proses verifikasi dan pembaruan," tutur Abdul.
Kerusakan yang teridentifikasi meliputi sekitar 1.456 unit rumah rusak ringan, yang tersebar di Kabupaten Sigi sebanyak 1.378 unit, Kota Palu 63 unit, dan Kabupaten Poso 15 unit. Selain itu, tercatat 112 unit rumah rusak sedang dan 47 unit rumah rusak berat, yang seluruhnya berada di Kabupaten Sigi.
Di Kabupaten Poso juga dilaporkan lima unit rumah terdampak, sementara di Kabupaten Parigi Moutong sedikitnya 15 unit rumah rusak atau terdampak dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Bangunan rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa bumi Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026. Foto: BPBD Kabupaten Poso
Selain permukiman warga, gempa juga berdampak pada sedikitnya 35 fasilitas ibadah, 10 fasilitas pendidikan, 11 gedung perkantoran, dua jembatan, lima UMKM, empat hotel, satu villa, satu gedung pertemuan, dan satu rumah adat. Sebagian besar kerusakan fasilitas tersebut berada di Kabupaten Sigi, meliputi 34 fasilitas ibadah, 10 fasilitas pendidikan, delapan gedung perkantoran, satu jembatan, empat UMKM, dua jaringan air bersih, satu gedung pertemuan, dan satu rumah adat.
Sementara itu, Kota Palu mencatat kerusakan pada satu fasilitas ibadah, tiga gedung perkantoran, satu jembatan yang mengalami keretakan, satu tempat usaha, empat hotel, dan satu villa. Adapun di Kabupaten Poso, kerusakan juga menyebabkan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu–Sigi–Poso mengalami amblas pada sejumlah titik.
Perkembangan terkini di lapangan menunjukkan masih terdapat sejumlah kendala dalam proses penanganan darurat. Di Kabupaten Poso, akses menuju Kecamatan Lore Utara belum dapat dijangkau akibat terputusnya jaringan komunikasi, keterbatasan personel, dan sarana transportasi.
"Kondisi tersebut menyebabkan asesmen dan pendataan dampak di wilayah tersebut belum dapat dilakukan secara optimal," ujar Abdul.
Di Kota Palu, Jembatan Palu III masih ditutup sementara dan dalam pengkajian teknis lanjutan setelah ditemukan keretakan pada struktur jembatan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi guna menjamin keselamatan masyarakat.
"Untuk mendukung pelayanan kesehatan, tenda darurat telah didirikan di area rumah sakit dan pasien yang sebelumnya dievakuasi secara bertahap mulai kembali ke ruang perawatan," ungkap Abdul.