Situasi di salah satu sudut kota di Myanmar. (Anadolu Agency)
Daftar 5 Negara ASEAN yang Warganya Paling Gampang Marah, Ada Indonesia?
Willy Haryono • 17 June 2026 17:54
Jakarta: Myanmar menjadi negara dengan tingkat kemarahan tertinggi di kawasan Asia Tenggara berdasarkan survei terbaru Gallup.
Sebanyak 33 persen responden di negara tersebut mengaku mengalami kemarahan dalam sebagian besar aktivitas sehari sebelumnya.
Gallup mengukur tingkat kemarahan melalui survei terhadap masyarakat di berbagai negara dengan menanyakan apakah mereka merasakan kemarahan pada sebagian besar hari sebelumnya.
Berdasarkan data terbaru Gallup, berikut lima negara ASEAN dengan tingkat kemarahan tertinggi:
1. Myanmar (33 Persen)
Myanmar menempati posisi pertama di kawasan ASEAN dengan tingkat kemarahan sebesar 33 persen.Angka tersebut merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara dan menempatkan Myanmar jauh di atas sebagian besar negara anggota ASEAN lainnya.
2. Laos (29 Persen)
Laos berada di peringkat kedua dengan tingkat kemarahan mencapai 29 persen.Hampir tiga dari sepuluh responden di negara tersebut mengaku mengalami kemarahan dalam aktivitas sehari sebelumnya.
3. Filipina (27 Persen)
Filipina menempati posisi ketiga dengan tingkat kemarahan sebesar 27 persen.Negara ini juga tercatat memiliki tingkat emosi negatif yang relatif tinggi dalam sejumlah survei Gallup sebelumnya.
4. Kamboja (23 Persen)
Kamboja berada di urutan keempat dengan tingkat kemarahan mencapai 23 persen.Artinya, hampir seperempat responden mengaku merasakan kemarahan pada hari sebelum survei dilakukan.
5. Indonesia (21 Persen)
Indonesia menempati posisi kelima di kawasan ASEAN dengan tingkat kemarahan sebesar 21 persen.Persentase tersebut lebih rendah dibandingkan Myanmar, Laos, Filipina, dan Kamboja, tetapi masih menempatkan Indonesia dalam lima besar negara ASEAN dengan tingkat kemarahan tertinggi berdasarkan survei Gallup.
Indikator Kondisi Emosional
Gallup menegaskan bahwa indikator kemarahan tidak menggambarkan karakter suatu bangsa maupun perilaku seluruh penduduk suatu negara.Data tersebut menunjukkan persentase responden yang mengaku merasakan kemarahan dalam sebagian besar aktivitas sehari sebelumnya pada saat survei dilakukan.
Karena itu, hasil survei lebih tepat dipahami sebagai gambaran kondisi emosional masyarakat pada periode tertentu, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, maupun politik. (Keysa Qanita)
Baca juga: Daftar Negara Paling Mudah Marah di Dunia Versi Gallup, Chad Peringkat Pertama