Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.
Menkes Jamin Pemulihan Total Korban Kasus Kekerasan di Bandung
Muhammad Iqbal Sidiq • 23 June 2026 11:08
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan atensi terhadap korban kasus kekerasan yang terjadi di Bandung, Jawa Barat. Respons ini mencakup jaminan pemulihan total kondisi fisik korban melalui fasilitas perawatan intensif yang disediakan oleh pemerintah.
"Kita akan merawat sampai rekonstruksi, karena ini kan terjadi juga di wajahnya, harus direkonstruksi," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.
Budi menegaskan bahwa Kemenkes berkomitmen untuk menanggung seluruh tahapan penanganan medis bagi korban. Penanganan intensif tersebut mencakup tindakan pemulihan mendalam serta pengembalian fungsi organ tubuh korban yang terdampak akibat kekerasan.
Pemerintah juga memastikan penanganan kasus ini tidak hanya berhenti di sektor medis semata. Sinergi lintas instansi telah resmi dibentuk untuk membagi tugas penanganan secara spesifik agar proses pemulihan korban dapat berjalan dengan lancar dan menyeluruh.
Dalam skema penanganan kolaboratif ini, penanganan masalah ekonomi yang menimpa korban akan diambil alih langsung oleh pemerintah daerah setempat. Sementara itu, aspek perlindungan hukum serta pemulihan psikososial dikawal ketat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Budi mengaku sangat terpukul dan mengutuk keras insiden kemanusiaan yang mencoreng ruang publik ini. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Saya pribadi dan sebagai Menteri Kesehatan merasa sangat sedih ya, harusnya hal-hal ini tidak terjadilah di Indonesia," kata Budi.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Freepik.com.
Aksi penculikan, penyekapan, hingga penyiksaan terhadap seorang wanita asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terungkap. Tindakan keji yang menimpa korban berinisial YTR, 29, ini diduga dilakukan selama tiga tahun.
Kasus memilukan ini bermula ketika korban YTR berkenalan dengan pelaku TH di sebuah acara konser musik pada 2023. Sejak pertemuan itu, YTR dilaporkan tidak pernah kembali ke rumah dan hilang kontak dengan keluarganya.
Pihak keluarga sempat berhasil menyambungkan panggilan telepon Namun, respons korban berubah drastis dan selalu menolak untuk berkomunikasi secara terbuka.
Setelah pencarian panjang, korban akhirnya berhasil ditemukan. Berdasarkan pemeriksaan awal, terungkap bahwa selama tiga tahun terakhir korban diduga disekap secara berpindah-pindah dari satu kamar kos ke kamar kos lainnya oleh pelaku.
Kondisi korban saat ditemukan sangat memprihatinkan akibat akumulasi kekerasan fisik berat yang diterimanya selama masa penyekapan. YTR mengalami luka serius di bagian kepala, luka akibat hantaman benda tajam, bekas luka bakar di sekujur tubuh, hingga kerusakan parah pada area bibir.
Tak hanya itu, korban juga mengalami infeksi hebat pada mata kanannya akibat penganiayaan tersebut. Luka infeksi yang terlanjur parah itu membuat tim medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terpaksa melakukan tindakan operasi pengangkatan bola mata kanan korban demi menyelamatkan nyawanya.