Personel Polres Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, melakukan patroli mencegah karhutla. ANTARA/HO-dokumen Humas Polres Penajam Paser Utara
Cegah Karhutla, Polres PPU Intensifkan Patroli di Lokasi Rawan
Silvana Febiari • 2 May 2026 14:14
Penajam Paser Utara: Kepolisian Resor (Polres) Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur mengintensifkan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan seiring prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa musim kemarau pada tahun ini lebih kering dan panjang.
"Personel diintensifkan melakukan patroli kebakaran hutan dan lahan," ujar Kepala Polres (Kapolres) Penajam Paser Utara Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andreas Alek Danantara, dilansir dari Antara, Sabtu, 2 Mei 2026.
Patroli karhutla yang dilakukan di sejumlah titik rawan tersebut juga sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian alam. BMKG memprakirakan musim kemarau pada tahun ini lebih kering dan panjang, sehingga diambil langkah preventif untuk meminimalisasi potensi bencana yang dapat merugikan masyarakat maupun lingkungan.
"Kegiatan preventif itu berperan aktif melindungi hutan, lahan, dan keselamatan warga dari ancaman karhutla," tambahnya.
Patroli karhutla diharapkan mampu menekan kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, terutama pada musim kemarau. Upaya pelestarian lingkungan juga diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan melalui sinergi antara kepolisian dan masyarakat.
Ia mengaku warga merasa lebih aman dengan kehadiran personel kepolisian yang terus siaga di lapangan. Masyarakat juga siap membantu memberikan informasi apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Tim Gabungan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, memadamkan api karhutla di Kecamatan Penajam, April 2024. (ANTARA/HO BPBD Kabupaten PPU).
Polisi melakukan patroli dengan menyusuri kawasan perkebunan, lahan kosong, serta area hutan yang berisiko mengalami kekeringan. "Personel juga melakukan dialog dengan warga untuk mengajak bersama-sama menjaga dan mewaspadai potensi kebakaran," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memetakan 128 lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan. Sebanyak 78 lokasi berada di Kecamatan Penajam, sementara 50 lokasi lainnya tersebar di Kecamatan Waru, Babulu, dan Sepaku.