Otorita IKN Ajak Warga Penajam Paser Utara Manfaatkan Rotan

Ilustrasi IKN Nusantara. Foto: Dokumen Kementerian PUPR

Otorita IKN Ajak Warga Penajam Paser Utara Manfaatkan Rotan

Silvana Febiari • 15 April 2026 09:10

Penajam Paser Utara: Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengajak masyarakat memanfaatkan rotan sebagai peluang usaha dari kekayaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Potensi ini dapat dikembangkan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Masyarakat diajak untuk memanfaatkan potensi rotan di Kecamatan Sepaku, yang dapat membuka peluang usaha," ujar Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN Muhsin Palinrungi, dilansir dari Antara, Rabu, 15 April 2026.

Otorita IKN tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal, menuju ekosistem yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan

"Rotan dikembangkan sebagai komoditas ekonomi kreatif di IKN," katanya.
 


Produk kerajinan rotan di Kecamatan Sepaku merupakan bagian dari upaya pengembangan usaha lokal yang bertujuan melestarikan budaya setempat sekaligus meningkatkan perekonomian warga.

Otorita IKN mengadakan pelatihan anyaman rotan dan ukir kayu bagi perwakilan tiap kecamatan di wilayah delineasi IKN. Program ini bertujuan membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal.


Ilustrasi(ANTARA FOTO/Ampelsa)


Pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah dalam melestarikan budaya lokal, sekaligus mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif baru di wilayah IKN.

Saat ini, rotan dapat ditemukan di kawasan hutan yang lebih dalam, salah satunya di sekitar hutan alam Gunung Parung yang berjarak sekitar 12 kilometer dari Kelurahan Sepaku. Namun, potensi rotan di wilayah sekitar IKN tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Masyarakat yang mengikuti pelatihan tersebut menyatakan, bahwa pelatihan yang diadakan Otorita IKN dapat menjadi pemicu bagi warga lokal. Hal ini mendorong pengolahan potensi yang ada menjadi produk bernilai ekonomi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)